Jakarta – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan tidak akan ada kenaikan tarif untuk layanan GoRide Reguler meski pemerintah mengubah skema bagi hasil aplikator dan pengemudi melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Sebaliknya, penyesuaian tarif hanya akan dilakukan secara terbatas pada layanan GoRide Hemat. Kebijakan tersebut merupakan dampak dari perubahan skema bagi hasil antara aplikator dan pengemudi, dari sebelumnya 20 persen menjadi 8 persen untuk perusahaan aplikasi.
“Kami sadar atas tanggung jawab kami sebagai platform transportasi yang digunakan oleh masyarakat setiap hari dan juga betapa pentingnya harga tarif untuk konsumen,” ujar Hans Patuwo, Direktur Utama dan CEO GOTO dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5).
Kebijakan skema bagi hasil aplikator dan pengemudi ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Hari Buruh Internasional di Kawasan Monas, Jakarta pada 1 Mei.
Hans menjelaskan saat ini Gojek memiliki dua layanan GoRide, yakni GoRide Reguler dan GoRide Hemat. Untuk layanan GoRide Reguler, perusahaan memastikan tidak akan ada perubahan harga yang dibayarkan konsumen.
Menurut dia, langkah tersebut diambil agar jumlah pesanan tetap terjaga dan berkelanjutan sehingga pendapatan mitra pengemudi juga dapat meningkat.
Namun, untuk layanan GoRide Hemat, Gojek akan melakukan penyesuaian tarif secara terbatas. Kebijakan itu menyusul keputusan perusahaan menghentikan skema langganan bagi mitra pengemudi GoRide Hemat yang sebelumnya diuji coba sejak November 2025 dan diperluas secara nasional pada Februari 2026.
Setelah melakukan evaluasi selama tiga bulan, perusahaan menilai skema langganan tersebut perlu disesuaikan agar lebih seimbang bagi kesejahteraan mitra pengemudi. Karena itu, Gojek memutuskan GoRide Hemat akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen seperti GoRide Reguler.
“Kedepannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler. Dampak dari ini, khususnya hanya untuk layanan GoRide Hemat, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” ujarnya.
Hans mengatakan Gojek memahami bahwa sekecil apa pun kenaikan harga akan tetap dirasakan oleh konsumen. Namun, ia berharap pelanggan dapat memahami bahwa penyesuaian tarif yang dilakukan secara moderat tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi para pengemudi.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesejahteraan mitra pengemudi di tengah perubahan kebijakan pemerintah terkait perlindungan pekerja transportasi online.
Selain melakukan penyesuaian tarif, Gojek juga akan memperkuat berbagai program kesejahteraan untuk mitra pengemudi dan keluarga mereka, seperti Bonus Hari Raya, BPJS Ketenagakerjaan, Bursa Kerja Mitra, layanan ambulans, hingga program tambahan yang tengah disiapkan perusahaan.

