Terkini

Tuding Ada Agenda Tersembunyi, GRIB Jaya Skakmat Gufroni Kuasa Hukum Ahmad Bahar
Kemhan: Pembangunan MRO Pesawat Hercules di Kertajati Masih Tahap Perencanaan
Ketua RW 16 Cimanggis Bantah Hercules Todong Pistol ke Putri Ahmad Bahar
Presiden Prabowo
Pengakuan HP Anak Ahmad Bahar Dipakai Sang Ayah Jadi Sorotan GRIB Jaya
Gaji Hakim Melejit 280%, Tapi Mengapa Eksekusi Hukum Masih Macet dan Jadi Lapak Mafia?
Pengakuan HP Anak Ahmad Bahar Dipakai Sang Ayah Jadi Sorotan GRIB Jaya
GRIB Jaya Bantah Tuduhan Intimidasi, Sebut Ada Upaya Playing Victim dari Pihak Ahmad Bahar JAKARTA — DPP GRIB Jaya membantah keras berbagai tuduhan terkait dugaan intimidasi, penyanderaan, hingga penculikan terhadap anak Ahmad Bahar yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Melalui keterangan resmi yang disampaikan Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual, pihaknya menilai narasi yang dibangun keluarga Ahmad Bahar merupakan bentuk penggiringan opini publik dan strategi playing victim untuk menutupi akar persoalan yang sebenarnya. “Kalau pihak mereka terus memutarbalikkan fakta dengan narasi sandera atau penculikan, itu jelas sangat mengada-ada dan tidak masuk akal. Fakta di lapangan sama sekali tidak seperti yang mereka narasikan,” ujar Marselinus dalam keterangannya, Kamis (21/5). Menurutnya, kedatangan Satgas GRIB Jaya ke kediaman Ahmad Bahar dilakukan secara terbuka dan didampingi Ketua RW setempat serta aparat kepolisian. Karena itu, ia menegaskan tuduhan penculikan maupun tindakan premanisme tidak berdasar. “Tidak mungkin ada tindakan ilegal kalau prosesnya didampingi aparat lingkungan dan kepolisian. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semuanya berjalan terbuka dan persuasif,” katanya. Marselinus juga membantah adanya penyanderaan terhadap anak Ahmad Bahar di kantor DPP GRIB Jaya. Ia menyebut pertemuan berlangsung di ruang terbuka dan disaksikan banyak pihak, termasuk Ketua RW yang mendampingi langsung. Dalam kesempatan itu, kata dia, Pak Hercules hanya memberikan nasihat secara baik-baik layaknya orang tua kepada anak muda agar memahami duduk persoalan yang sedang terjadi. “Beliau justru memberikan edukasi dan meminta agar Ahmad Bahar bersikap gentleman serta bertanggung jawab atas kegaduhan yang sudah dibuat,” lanjutnya. GRIB Jaya juga menyoroti dugaan doxing terhadap istri Pak Hercules yang disebut menjadi pemicu utama konflik tersebut. Pihaknya mengklaim nomor pribadi dan ranah domestik keluarga Pak Hercules sempat menjadi sasaran serangan digital. Akibatnya, istri Pak Hercules disebut mengalami trauma psikologis karena privasinya terganggu akibat penyebaran informasi pribadi di ruang digital. Selain itu, GRIB Jaya menilai penghapusan sejumlah konten video milik Ahmad Bahar yang sebelumnya berisi kritik keras dan provokasi terhadap Pak Hercules menjadi indikasi bahwa konten tersebut bermasalah secara hukum. “Publik bisa menilai sendiri mengapa konten-konten itu akhirnya dihapus. Jangan sekarang malah membangun narasi seolah-olah menjadi korban,” kata Marselinus. Ia juga menegaskan persoalan tersebut sebenarnya telah dimediasi secara damai di Polres Metro Depok. Dalam mediasi itu, Ahmad Bahar disebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada Pak Hercules terkait konten maupun pesan ancaman yang sebelumnya beredar. Karena itu, GRIB Jaya meminta masyarakat melihat persoalan tersebut secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan proses hukum yang telah berjalan, bukan berdasarkan narasi emosional yang berkembang di media sosial.
Stabil di Tengah Badai: Catatan Perjalanan Menyusuri Honshu, Menyaksikan Wajah Asli Jepang
KPK Verifikasi LHKPN Presiden Prabowo, Total Kekayaan Rp2,066 Triliun
Sudah ditampilkan semua
Tutup