JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan identitas terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, tidak akan disampaikan kepada anak maupun lingkungan sekolah guna mencegah terjadinya perundungan (bullying).
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Selasa (14/7/2026).
Ia menegaskan seluruh pihak diminta menjaga kerahasiaan informasi terkait identitas terduga pelaku demi melindungi anak yang tidak memiliki kaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.
“Kita menyampaikan supaya tidak ada satu pun yang menginformasikan mengenai ini kepada anaknya dan kita minta supaya dijaga betul,” ujar Abdul Mu’ti.
Diketahui, terduga pelaku diamankan aparat kepolisian pada Senin (13/7) sekitar pukul 12.20 WIB di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak jauh dari lokasi sekolah.
Berdasarkan informasi yang beredar, terduga merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.
Sementara itu, Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada para siswa setelah insiden tersebut.
Selain pendampingan kepada anak-anak, kepolisian juga memberikan edukasi kepada guru agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
“Setelah ini kita akan mengedukasi juga para bapak ibu gurunya supaya kita punya semangat yang sama bagaimana kita mengamankan, menjadikan sekolah ini aman, nyaman, dan ramah,” kata Rita.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak sekolah, kepolisian, dan Dinas Pendidikan berkomitmen mencegah penyebaran informasi maupun konten yang dapat memicu keresahan atau berdampak negatif terhadap anak-anak.
“Alhamdulillah, langsung kami edukasi dan saat ini juga tidak ada yang memberikan informasi, menyebarkan, atau mendistribusikan konten-konten yang terkait dengan kejadian di sekolah ini,” ujarnya.
Sebelumnya, kepolisian mengungkap bahwa ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15 bermula dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima seorang guru saat pelaksanaan upacara hari pertama MPLS pada Senin (13/7). Kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan