Site icon RMTVNEWS.COM

Survei: 57,6 Persen Publik Tak Kenal Wakilnya di DPR, Ada Jarak antara Elite dan Pemilih

Survei: 57,6 Persen Publik Tak Kenal Wakilnya di DPR, Ada Jarak antara Elite dan Pemilih

Anggota DPR RI di Gedung Nusantara di Jakarta. Survei Poltracking mencatat 57,6 persen responden tidak tahu atau tidak mengenal anggota DPR RI yang mewakili daerahnya. Foto: Kompas.id

JAKARTA – Sebanyak 57,6 persen masyarakat mengaku tidak tahu atau tidak mengenal anggota DPR RI yang mewakili daerah pemilihannya. Hanya 26,2 persen responden yang menyatakan mengetahui atau mengenal wakil mereka di parlemen.

Temuan tersebut merupakan bagian dari survei nasional Poltracking Indonesia bertajuk Membaca Peta Elektoral dan Dinamika Partai Politik.

Survei dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi dengan metode stratified multistage random sampling.

Margin of error survei tercatat sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar responden yang disurvei belum memiliki pengetahuan atau keterkenalan dengan anggota DPR yang mewakili daerah mereka.

Temuan ini menjadi penting karena anggota DPR merupakan salah satu aktor utama dalam proses legislasi, pengawasan terhadap pemerintah, serta penganggaran negara.

Pemilih Lebih Kenal Caleg daripada Partai

Survei yang sama menunjukkan bahwa hubungan pemilih dengan figur politik justru relatif lebih kuat ketika berada dalam konteks pilihan legislatif.

Sebanyak 53,3 persen responden mengatakan lebih cenderung memilih calon anggota legislatif, sedangkan 24,7 persen lebih cenderung memilih partai politik.

Dengan demikian, pilihan terhadap figur caleg memiliki porsi lebih besar dibandingkan pilihan terhadap institusi partai dalam temuan survei tersebut.

Namun, tingginya kecenderungan memilih caleg tidak otomatis berarti pemilih kemudian mengenal anggota DPR yang terpilih.

Data 57,6 persen yang tidak tahu atau tidak mengenal wakilnya di DPR menunjukkan adanya perbedaan antara momen memilih kandidat dan relasi setelah kandidat menjadi anggota parlemen.

Elektabilitas Partai dan Kedekatan Publik

Persoalan keterhubungan tersebut juga terlihat dalam temuan lain mengenai partai politik.

Poltracking mencatat hanya 12,3 persen responden yang merasa dekat atau menjadi bagian dari partai politik.

Sebaliknya, 66,8 persen menyatakan tidak merasa dekat dengan partai politik. Meski demikian, 49,7 persen responden masih menyatakan percaya terhadap partai politik.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap partai dan kedekatan dengan organisasi politik merupakan dua hal yang berbeda.

Dalam simulasi surat suara 18 partai, Gerindra memperoleh elektabilitas tertinggi dengan 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.

Artinya, tingginya dukungan elektoral sebuah partai tidak dengan sendirinya menggambarkan kedekatan organisatoris masyarakat dengan partai maupun wakilnya di parlemen.

DPR dan Persoalan Representasi

Temuan mengenai keterkenalan anggota DPR juga dapat dibaca bersama survei Poltracking sebelumnya mengenai tingkat kepuasan terhadap lembaga negara dan institusi demokrasi.

Dalam survei yang dirilis Juni 2026, tingkat kepuasan terhadap DPR tercatat 57,3 persen dan menjadi yang terendah dibandingkan sejumlah lembaga negara dan institusi demokrasi yang diukur dalam survei tersebut.

Kepuasan terhadap fungsi DPR juga berada di bawah 60 persen pada sejumlah aspek, termasuk penyusunan undang-undang, penyerapan aspirasi publik, dan perumusan anggaran negara.

Temuan terbaru mengenai 57,6 persen publik yang tidak tahu atau tidak mengenal wakilnya di DPR memberikan dimensi lain terhadap persoalan tersebut, yakni soal hubungan langsung antara anggota parlemen dan konstituennya.

Namun, data survei tidak secara langsung membuktikan bahwa rendahnya tingkat pengenalan anggota DPR merupakan penyebab rendahnya kepuasan terhadap lembaga tersebut.

Kedua temuan itu hanya menunjukkan adanya persoalan berbeda yang sama-sama berkaitan dengan hubungan publik dan parlemen.

Jarak antara Elite dan Pemilih

Dalam sistem demokrasi perwakilan, anggota DPR memperoleh mandat melalui suara pemilih dan kemudian menjalankan fungsi representasi di parlemen.

Karena itu, tingkat pengenalan terhadap wakil di daerah pemilihan menjadi salah satu gambaran mengenai sejauh mana hubungan antara pemilih dan wakilnya terbentuk dalam persepsi publik.

Data Poltracking menunjukkan mayoritas responden belum mengetahui atau mengenal anggota DPR yang mewakili daerah mereka. Pada saat yang sama, mayoritas responden juga lebih memilih caleg dibandingkan partai ketika ditanya mengenai kecenderungan pilihan legislatif.

Poltracking menegaskan bahwa hasil survei tersebut merupakan potret persepsi publik berdasarkan pengumpulan data pada pertengahan Agustus 2026.

Persepsi masyarakat masih dapat berubah mengikuti perkembangan isu dan langkah strategis yang dilakukan partai politik.

Exit mobile version