JAKARTA (RMTV) — Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi pertama dalam survei elektabilitas partai politik yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026. Gerindra memperoleh elektabilitas 16,9 persen, disusul PDI Perjuangan (PDIP) sebesar 11,7 persen dan Partai Golkar 9,6 persen.

Namun, dukungan terhadap Gerindra turun 12,4 poin persentase dibandingkan survei Februari–Maret 2026, ketika elektabilitas partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu mencapai 29,3 persen.

Temuan lain dalam survei tersebut adalah besarnya kelompok responden yang belum menentukan pilihan. Sebanyak 25,9 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab ketika ditanya partai yang akan dipilih jika pemilu digelar saat survei berlangsung.

Daftar Lengkap Elektabilitas Partai Politik

Berdasarkan laporan SMRC bertajuk Elektabilitas Partai, berikut urutan elektabilitas partai politik dalam survei nasional pada 5–19 Juli 2026.

  1. Partai Gerindra: 16,9 persen
  2. PDI Perjuangan (PDIP): 11,7 persen.
  3. Partai Golkar: 9,6 persen.
  4. Partai Demokrat: 8,1 persen.
  5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 5,4 persen.
  6. Partai NasDem: 4,4 persen.
  7. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 4,4 persen.
  8. Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 4,1 persen.
  9. Partai Perindo: 2,2 persen.
  10. Partai Amanat Nasional (PAN): 1,9 persen.
  11. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 1,3 persen.
  12. Partai Garuda: 1,0 persen.
  13. Partai Buruh: 0,9 persen.
  14. Partai Hanura: 0,6 persen.
  15. Partai Garda Republik Indonesia (PGR): 0,5 persen.
  16. Partai Bulan Bintang (PBB): 0,5 persen.
  17. Partai Ummat: 0,5 persen.
  18. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): 0,1 persen.
  19. Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora): 0 persen.

Sementara itu, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 25,9 persen.

Angka ini merupakan kategori jawaban responden, bukan partai politik yang menempati peringkat ke-20.

Elektabilitas Gerindra Turun dari Puncak

Data historis SMRC menunjukkan elektabilitas Gerindra mencapai 13,2 persen pada Pemilu 2024.

Angka tersebut meningkat menjadi 23,3 persen pada survei November 2025 dan mencapai 29,3 persen pada survei Februari–Maret 2026.

Dalam survei Juli 2026, elektabilitas Gerindra turun menjadi 16,9 persen. Meski mengalami penurunan, partai tersebut masih berada di urutan pertama, unggul 5,2 poin persentase dari PDIP yang memperoleh 11,7 persen.

SMRC mengaitkan penurunan elektabilitas Gerindra dengan melemahnya penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Penurunan itu berlangsung bersamaan dengan memburuknya penilaian positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi, situasi politik, penegakan hukum, serta sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.

Survei ini melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.

Pengumpulan data dilakukan pada 5–19 Juli 2026 melalui wawancara telepon terhadap 605 responden dan wawancara tatap muka terhadap 144 responden.

SMRC memperkirakan margin of error sebesar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi pengambilan sampel acak sederhana.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.