JAKARTA — Nasib tragis menimpa Bambang Kurniawan (60), seorang pedagang cermin warga Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat. Bambang tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tidak dikenal saat kericuhan meluas di kawasan Pejompongan usai pembubaran demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam.
Berdasarkan keterangan warga dan saksi di lokasi, korban awalnya berada di dalam gang pemukiman rumahnya dan sama sekali tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa.
Namun, ketika situasi kericuhan meluap ke pemukiman warga pada Kamis malam, sekelompok massa merangsek masuk ke dalam gang.
“Dia enggak tahu apa-apa, langsung dia dibawa keluar gang,” ungkap Yoga, salah seorang saksi warga Pejompongan saat menceritakan detik-detik penyeretan korban pada Jumat (28/8/2026).
Setelah ditarik paksa dari gang pemukiman ke jalan raya utama, Bambang langsung dikerumuni dan dipukuli secara brutal menggunakan bambu serta benda tumpul lainnya oleh massa tak dikenal.
“Kena sabet bambu juga. Posisinya dia waktu itu diseret,” tambah Yoga memperjelas aksi pengeroyokan tersebut.
Istri korban, Sudarsih, menceritakan bahwa suaminya awalnya pamit keluar rumah sebentar hanya untuk melihat situasi sekitar gang setelah bentrokan terasa mulai mereda.
Namun, karena korban tak kunjung kembali hingga larut malam, keluarga dan pengurus RT setempat berinisiatif melakukan pencarian.
“Pamit keluar sebentar cuma mau lihat situasi, tapi tak kunjung pulang,” tutur Sudarsih dengan nada duka.
Keluarga baru mendapatkan kepastian mengenai kondisi korban setelah mendapat kabar dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Jumat dini hari.
Bambang yang sempat dievakuasi warga dalam kondisi kritis akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di sekujur tubuhnya.
Kericuhan di kawasan Pejompongan ini merupakan buntut dari pembubaran dan pendorongan mundur massa aksi oleh petugas kepolisian dari depan kompleks Parlemen menuju ke arah Slipi dan Pejompongan yang berlangsung hingga Jumat dini hari.

