Site icon RMTVNEWS.COM

Ketua RW 16 Cimanggis Bantah Hercules Todong Pistol ke Putri Ahmad Bahar

Ketua RW 16 Cimanggis Bantah Hercules Todong Pistol ke Putri Ahmad Bahar

Ketua RW 16 Cimanggis, Kota Depok, Junaedi Sitorus. Foto: RMTV

DEPOK, RMTVNews.com – Ketua RW 16 Cimanggis, Kota Depok, Junaedi Sitorus, meluruskan kabar miring yang beredar luas di media sosial terkait proses klarifikasi antara organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya dengan putri Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana (37).

Junaedi menegaskan bahwa narasi mengenai adanya penodongan senjata api (pistol) serta intimidasi berupa perintah menanggalkan jilbab terhadap Ilma di Kantor DPP GRIB Jaya adalah sama sekali tidak benar atau bohong.

“Saya tidak melihat itu dan itu tidak ada. Waktu itu saya ada di lokasi mendampingi,” ujar Junaedi Sitorus saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Kantor RW, Sabtu (23/5/2026) siang.

Dampingi Sejak Awal dan Pastikan Sukarela

Junaedi menjelaskan, kehadirannya sejak awal adalah sebagai representasi pengurus lingkungan sekaligus memenuhi permintaan dari keluarga Ahmad Bahar sendiri.

Pada Minggu (17/5/2026) lalu, ia bersama Koordinator Keamanan RW dan anggota Babinkamtibmas Polsek Cimanggis, Bapak Suprapto, mendatangi rumah Ahmad Bahar setelah mendapat telepon dari istri Ahmad Bahar.

Menurut Junaedi, kepergian Ilma ke Kantor DPP GRIB Jaya di Jakarta untuk melakukan klarifikasi terkait penggunaan ponselnya dalam dugaan kasus ujaran kebencian, dilakukan secara sadar dan atas persetujuan ibunya.

“Tidak ada kesan pemaksaan karena saya hadir, koordinator keamanan hadir, keamanan ada, Pak Prapto (Babinkamtibmas) juga ada. Oleh karena itu, itu bukan upaya penculikan. Anaknya sendiri yang meminta saya untuk terus mendampingi, bahkan di dalam mobil kami duduk berdampingan,” jelasnya.

Bantah Isu Senjata Api dan Klarifikasi Soal Jilbab

Terkait kabar adanya penodongan pistol atau pelepasan tembakan yang membuat situasi mencekam, Junaedi kembali membantah keras.

Ia memastikan bahwa selama berada di kantor ormas tersebut, Ilma justru diperlakukan dengan sangat baik, diberi makan malam, bahkan dibelikan obat karena sedang flu.

Sementara mengenai isu pemaksaan mencopot jilbab, Junaedi meluruskan bahwa ucapan yang keluar dari Ketua Umum GRIB Jaya, H. Hercules Rosario Marshal merupakan bentuk nasihat keagamaan dari orang tua kepada anak, bukan sebuah paksaan atau intimidasi.

“Bukan, tidak ada perkataan untuk buka jilbab. Beliau (H. Hercules) hanya menasihati sebagai sesama Muslim. Logikanya, kalau sudah muslimah dan pakai jilbab, tidak layak melakukan perbuatan mengejek atau menghina orang lain di media sosial. Beliau bahkan bilang, ‘Mudah-mudahan kalau kamu pakai jilbab, kamu salat dan wudu, pikiranmu akan jernih.’ Jadi itu murni nasihat,” urai Junaedi.

Sesalkan Pembelokan Narasi Setelah Sepakat Damai

Pihak pengurus lingkungan mengaku sangat menyayangkan langkah Ahmad Bahar yang belakangan justru membawa kasus ini ke ranah hukum dengan narasi yang berbalik dari fakta di lapangan.

Padahal, pada Minggu malam dan Senin lalu, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai dan melakukan konferensi pers bersama untuk meminta maaf.

“Kami pengurus RT dan RW merasa terganggu dengan situasi ini karena lingkungan jadi tidak tenang. Harapan kami, Pak Bahar bisa legowo. Masalah ini sebenarnya sudah tuntas dan selesai secara musyawarah, jangan lagi dibelokkan atau ditunggangi pihak lain,” pungkas Junaedi.

Berikut adalah petikan wawancara langsung wartawan bersama Ketua RW 16 Cimanggis, Junaedi Sitorus:

Exit mobile version