Site icon RMTVNEWS.COM

Pengakuan HP Anak Ahmad Bahar Dipakai Sang Ayah Jadi Sorotan GRIB Jaya

Pengakuan HP Anak Ahmad Bahar Dipakai Sang Ayah Jadi Sorotan GRIB Jaya

Ahmad Bahar dan anaknya. Foto: RMTV

JAKARTA — Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya, Novianus Martin Bau, menyoroti pengakuan pihak keluarga Ahmad Bahar yang menyebut handphone milik anaknya sempat diretas sebelum muncul pesan dan video bernada ancaman yang dikirim ke keluarga Ketua Umum GRIB Jaya Rosario De Marshall.

Pernyataan mengenai dugaan peretasan itu sebelumnya disampaikan keluarga Ahmad Bahar kepada media.

Istri Ahmad Bahar mengaku handphone anaknya telah diretas beberapa hari sebelum insiden terjadi dan nomor tersebut kemudian digunakan untuk mengirim ancaman kepada Hercules.

Namun menurut Novianus, klaim peretasan tidak bisa berdiri hanya sebagai narasi sepihak dan tetap harus dibuktikan secara hukum maupun digital forensik.

“Dalam hukum pidana, ada yang disebut actus reus atau perbuatan pidana. Dalam konteks ini, sumber komunikasi yang dipersoalkan berasal dari nomor dan perangkat milik anak Ahmad Bahar,” ujar Novianus dalam keterangannya, Kamis (21/5).

Ia menambahkan, apabila pihak keluarga menyatakan bahwa perangkat tersebut diretas atau digunakan pihak lain, maka pembuktian mengenai siapa pelaku sebenarnya menjadi sangat penting.

“Kalau mau melepaskan tanggung jawab hukum dari pemilik perangkat, maka harus bisa dibuktikan bahwa handphone itu memang hanya dipakai pihak lain yang memiliki mens rea atau niat dan kehendak atas tindakan tersebut,” katanya.

Novianus juga menyoroti adanya pengakuan bahwa handphone anak Ahmad Bahar kerap digunakan oleh ayahnya sendiri.

Menurut dia, fakta tersebut menjadi aspek penting dalam melihat siapa yang menguasai perangkat komunikasi saat pesan maupun video itu dikirim.

“Siapa yang memegang perangkat, siapa yang mengendalikan komunikasi, dan siapa yang memiliki kehendak dalam pengiriman pesan menjadi bagian penting dalam proses pembuktian,” lanjutnya.

Polemik antara Ahmad Bahar dan GRIB Jaya sendiri mencuat setelah muncul dugaan pengiriman pesan ancaman serta video bernada provokatif kepada keluarga Hercules.

Di sisi lain, keluarga Ahmad Bahar mengklaim perangkat komunikasi mereka telah diretas sebelum kejadian berlangsung.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi polemik publik setelah muncul tudingan intimidasi dan dugaan penyanderaan terhadap anak Ahmad Bahar saat dibawa untuk dimintai klarifikasi ke markas GRIB Jaya.

Sejumlah laporan media menyebut proses itu turut didampingi Ketua RW setempat.

Menurut Novianus, seluruh pihak sebaiknya menghormati proses hukum dan tidak membangun opini liar di ruang publik sebelum pembuktian dilakukan secara objektif.

Exit mobile version