Site icon RMTVNEWS.COM

Tantang H. Hercules di Medsos, Pemilik Akun @pecimiringg_ Ciut Saat Didatangi Satgas GRIB Jaya

Tantang H. Hercules di Medsos, Pemilik Akun @pecimiringg_ Ciut Saat Didatangi Satgas GRIB Jaya

Tantang H. Hercules di Medsos, Pemilik Akun @pecimiringg_ Ciut Saat Didatangi Satgas GRIB Jaya

JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan tindakan provokasi yang dilakukan oleh seorang pria paruh baya bernama Ahmad Bahar. Melalui akun TikTok miliknya, @pecimiringg_, Ahmad Bahar secara terbuka menantang Ketua Umum GRIB Jaya, H. Hercules Rosario Marshal, untuk berdebat di Stasiun Pegaden Baru, Subang.

Tak hanya menantang debat, dalam sejumlah unggahannya, Ahmad Bahar melontarkan kalimat ofensif dengan menyebut H. Hercules sebagai “penjilat”.

Pernyataan ini diduga sebagai bentuk reaksi pelaku setelah H. Hercules sebelumnya memberikan teguran keras kepada tokoh nasional Amien Rais yang melontarkan pernyataan kontroversial mengenai Seskab Teddy Indrawijaya.

Tak hanya itu, sejumlah nomor tidak dikenal mulai mengirimkan video dari akun @pecimiringg_ kepada anggota GRIB Jaya secara masif. Tindakan ini merupakan upaya doxing yang sengaja dilakukan untuk menyebarkan informasi pribadi dan memprovokasi kemarahan anggota organisasi di akar rumput.

Menanggapi provokasi tersebut, Satgas GRIB Jaya bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 1×24 jam, tim berhasil melacak dan mendatangi keberadaan Ahmad Bahar untuk melakukan klarifikasi langsung.

Pemandangan kontras terjadi saat petugas tiba di lokasi; pria yang sebelumnya tampak garang di media sosial tersebut mendadak layu.

“Kalau sudah didatangi begini, jadinya seperti ayam sayur. Bilangnya mau mencari (Pak Hercules), tapi pas ketemu alasannya mau sharing-sharing. Ini seperti orang salah minum obat, berani mengancam tapi tidak siap dengan konsekuensinya,” ujar salah satu perwakilan anggota di lokasi.

Situasi sempat menegang ketika istri pelaku dilaporkan pingsan akibat syok dan harus dilarikan ke rumah sakit saat melihat kehadiran anggota organisasi di kediamannya.

Dalam klarifikasinya, Ahmad Bahar bersama anaknya berkilah bahwa akun serta nomor teleponnya telah diretas oleh pihak lain (di-hack).

Menyikapi klaim tersebut, Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya memberikan penekanan serius. Pihak organisasi menegaskan bahwa seluruh tindakan doxing—termasuk penyebaran data dan video provokasi melalui nomor-nomor gelap—telah dicatat secara digital dan sedang dalam pantauan tim hukum.

Segala bentuk teror digital yang mengusik privasi keluarga besar GRIB Jaya tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi hukum.

Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya pun menyatakan akan tetap menindaklanjuti kasus ini ke pihak kepolisian.

Selain melaporkan akun @pecimiringg_, tim hukum juga akan menyertakan bukti-bukti tindakan doxing yang dilakukan oleh nomor-nomor tidak dikenal.

Langkah ini diambil untuk memberikan edukasi publik agar masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang siber.

“Ini menjadi pengingat bagi siapa saja: jangan memancing di air keruh. GRIB Jaya berdiri untuk mengawal kedamaian dan penegakan hukum, bukan untuk menciptakan kegaduhan,” Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB JAYA, Novianus Martin Bau.

Exit mobile version