Site icon RMTVNEWS.COM

US$250 Juta Dana Danantara Masuk ke Migas AS, Apa yang Diburu di HighPeak?

DPR Dukung 274 BUMN Ditutup, DPR Minta Evaluasi Danantara Dibuka ke Publik

Wisma Danantara

JAKARTA — PT Danantara Investment Management (DIM) menandatangani kesepakatan investasi senilai US$250 juta dengan HighPeak Energy Inc., perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Permian Basin, Texas.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 6 Oktober 2026.

Investasi dilakukan melalui pembelian saham preferen konvertibel yang diterbitkan HighPeak dan ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026, setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.

Investasi ini menjadi bagian dari penempatan modal Danantara pada sektor energi dan aset luar negeri.

Masuk melalui saham preferen

Berdasarkan dokumen HighPeak yang disampaikan kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat, investasi US$250 juta tersebut menggunakan instrumen Series A 6 persen Perpetual Convertible Preferred Stock.

Saham preferen tersebut memiliki hak untuk dikonversi menjadi saham biasa HighPeak dengan harga awal US$9,50 per saham.

Selain hak konversi, transaksi memberikan hak kepada Danantara untuk menominasikan satu anggota dewan direksi HighPeak setelah transaksi ditutup.

HighPeak akan menggunakan dana dari transaksi tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan serta mendukung kegiatan perusahaan di Permian Basin.

Pada saat yang sama, HighPeak memperoleh komitmen fasilitas kredit sebesar US$800 juta dari Citibank dan Fifth Third Bank.

Perusahaan juga berencana menggunakan dana dari transaksi tersebut, fasilitas kredit baru, serta kas yang tersedia untuk membayar utang term loan sekitar US$1,17 miliar.

HighPeak dan aset Permian Basin

HighPeak merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan akuisisi, pengembangan, eksplorasi dan produksi minyak serta gas alam.

Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 140.000 net acres di Howard County, wilayah yang berada dalam Midland Basin, bagian dari Permian Basin.

Permian Basin merupakan salah satu kawasan produksi minyak terbesar di Amerika Serikat.

Menurut data yang disampaikan Danantara, kawasan tersebut menyumbang sekitar 48 persen produksi minyak Amerika Serikat sepanjang 2025.

HighPeak memiliki kegiatan produksi yang terkonsentrasi di kawasan tersebut dengan sebagian besar wilayah operasinya berada di bawah pengelolaan perusahaan.

Reuters sebelumnya melaporkan HighPeak tengah mengeksplorasi sejumlah opsi strategis setelah menerima minat akuisisi. Pada semester pertama 2026, produksi perusahaan berada di kisaran 45.500 barel setara minyak per hari.

Ada program transfer keahlian

Kesepakatan Danantara dan HighPeak juga mencakup program transfer pengetahuan dan keahlian di bidang migas.

HighPeak akan menyiapkan program pelatihan dan penugasan bagi tenaga kerja Indonesia.

Program tersebut mencakup pengembangan kemampuan teknis yang berkaitan dengan kegiatan hulu minyak dan gas.

CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari mandat DIM dalam menempatkan modal pada sektor strategis.

“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia,” kata Pandu dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Menurut Danantara, kerja sama dengan HighPeak juga membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi dari kegiatan operasional perusahaan migas Amerika Serikat kepada tenaga kerja Indonesia.

Target penyelesaian pada kuartal IV

Transaksi US$250 juta tersebut belum sepenuhnya menjadi investasi yang telah selesai karena masih menunggu pemenuhan persyaratan penutupan.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, transaksi ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026.

Setelah transaksi ditutup, Danantara akan memiliki instrumen saham preferen di HighPeak, hak konversi menjadi saham biasa berdasarkan ketentuan transaksi, serta hak untuk menominasikan satu anggota dewan direksi perusahaan.

Investasi tersebut menempatkan Danantara pada perusahaan hulu migas yang memiliki aset di Permian Basin, salah satu kawasan produksi minyak utama di Amerika Serikat.

Exit mobile version