Site icon RMTVNEWS.COM

Persija vs Persib Digelar di Samarinda, Bukan karena Agenda GRIB di Senayan

Ketua Umum GRIB JAYA Hercules Rosario Marshal dalam kegiatan halalbihalal di Lapangan Monas

Ketua Umum GRIB Jaya, H. Hercules Rosario Marshal menghadiri acara halalbihalal di Monas Jakarta bersama ulama dan tokoh masyarakat. Foto: RMTV

Jakarta Pihak I.League dan Persija Jakarta memastikan laga kontra Persib Bandung dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, bukan karena kegiatan Milad ke-15 GRIB Jaya di kawasan Istora Senayan.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 itu dipastikan tidak digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang sebelumnya dinilai menjadi lokasi ideal karena mudah diakses pendukung kedua tim.

Di tengah keputusan tersebut, muncul spekulasi publik yang mengaitkan perpindahan venue dengan agenda Milad ke-15 GRIB Jaya yang digelar pada tanggal yang sama di kawasan Senayan.

Namun, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan dirinya tidak ingin berspekulasi terkait isu tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui adanya agenda GRIB Jaya di kawasan GBK.

“Saya tidak mau berspekulasi karena terus terang saya tidak tahu kalau ada acara GRIB, secara pribadi saya tidak tahu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/5).

Pramono juga menegaskan tidak ingin memperpanjang polemik mengenai batalnya pertandingan di Jakarta. Menurut dia, pihak-pihak yang berwenang telah memberikan penjelasan terkait alasan pemindahan pertandingan.

“Tetapi saya tidak mau berpolemik terhadap hal itu karena saya tahu dan saya reasoning atau alasan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk penyelenggaraan ini saya sudah mendengarkan secara langsung,” ujarnya.

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, membantah anggapan bahwa kegiatan organisasinya menjadi penyebab perpindahan pertandingan. Menurut Marcel, penggunaan fasilitas di kawasan Senayan telah diajukan jauh hari sebelumnya dan melalui proses koordinasi resmi dengan pengelola kawasan serta aparat terkait.

Ia menegaskan GRIB Jaya tidak mengetahui adanya agenda pertandingan Persija melawan Persib pada tanggal yang sama. 

“Seluruh keputusan terkait pemanfaatan fasilitas dan penjadwalan kawasan GBK sepenuhnya menjadi kewenangan pengelola kompleks GBK bersama pihak terkait,” ujar Marcel.

Penjelasan lebih rinci disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Persija, Ferry Indrasjarief. 

Ferry menjelaskan pemindahan pertandingan bermula setelah adanya keputusan bahwa laga tidak dapat digelar di Jakarta usai pertemuan pihak kepolisian dengan Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota beberapa hari lalu.

“Dari situ akhirnya keluar keputusan bahwa kita tidak boleh menyelenggarakan pertandingan di Jakarta,” ujarnya.

Menurut Ferry, keputusan itu kemudian dilaporkan kepada pihak I.League yang selanjutnya mencari stadion alternatif. I.League sempat menawarkan dua opsi, yakni di Jepara dan Surabaya. Persija semula memilih Surabaya karena pertimbangan akses dan kedekatan dengan bandara.

Namun setelah dilakukan koordinasi, pertandingan di Surabaya hanya diizinkan tanpa penonton. Ferry menyebut pihak liga juga menyampaikan bahwa apabila pertandingan tetap digelar di Pulau Jawa, maka izin yang diberikan hanya tanpa penonton.

Persija kemudian mencari alternatif lain, termasuk di Bali, tetapi terkendala jadwal penggunaan stadion. Setelah itu, Persija berkoordinasi dengan Borneo FC untuk penggunaan stadion di Samarinda.

Menurut Ferry, pihak Borneo FC menyatakan kesiapan mereka, sementara kepolisian setempat juga bersedia membantu proses perizinan pertandingan dengan penonton.

“Jadi itu sejarahnya, kenapa sampai kita akhirnya menetapkan di Samarinda,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengatakan keputusan pemindahan pertandingan diumumkan pada Rabu, 6 Mei 2026, atau H-4 sebelum laga berlangsung.

“Liga akhirnya memutuskan pertandingan akan digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda. Waktunya tetap sama, yaitu tanggal 10 Mei, jamnya 15.30 WIB,” kata Ferry saat menyampaikan hasil rapat antara I.League, Persija, dan pihak kepolisian di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Ferry Paulus menegaskan pembatalan izin pertandingan di Jakarta dilakukan atas pertimbangan keamanan dan padatnya agenda di ibu kota sepanjang Mei 2026.

“Seperti yang teman-teman ketahui, bulan Mei merupakan bulan dengan banyak agenda, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal di luar kepentingan atau kondisi yang diharapkan. Karena Jakarta merupakan kota metropolitan, kami telah mencoba mencari berbagai alternatif lokasi, termasuk di sejumlah stadion lain di Pulau Jawa. Namun, situasinya dinilai belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan tersebut,” ujar Ferry Paulus.

Menurut dia, pemindahan laga ke Stadion Segiri menjadi solusi terbaik agar pertandingan tetap bisa digelar sesuai jadwal. 

Ferry Paulus menambahkan laga tetap dapat dihadiri suporter tim tuan rumah di Stadion Segiri yang berkapasitas sekitar 13 ribu penonton. Namun, suporter tim tamu tetap dilarang hadir ke stadion.

Exit mobile version