Site icon RMTVNEWS.COM

Sindir Gerakan ‘Indonesia Gelap’, Presiden: “Ada yang Mau Kabur, Kabur Aja!”

Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kata sambutan pada acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).

Cilacap – Presiden Prabowo Subianto menyentil soal gerakan “Indonesia Gelap” yang ramai di media sosial pada awal tahun lalu sebagai ekspresi protes atas kebijakan pemerintahan yang dipimpinnya. Gerakan itu juga disertai dengan seruan untuk “kabur” dari Indonesia.

Dalam pidatonya pada acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4), Presiden menegaskan bahwa Indonesia justru berada dalam kondisi yang stabil dan aman.

Mulanya, kepala negara menyinggung pentingnya sikap patriotisme. Ia menggambarkan perjalanan panjang bangsa Indonesia yang sarat tantangan sejak masa awal kemerdekaan. Indonesia, menurutnya, pernah dijajah, diadu domba, hingga mengalami infiltrasi dari berbagai kekuatan.

Selain itu, bangsa ini juga berkali-kali dihadapkan pada berbagai pemberontakan di sejumlah daerah, seperti DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), RMS (Republik Maluku Selatan), PGRS/PARAKU (Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara), serta PRRI/Permesta (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Semesta).

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Indonesia terus-menerus diuji oleh berbagai gangguan dan upaya perpecahan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang terjadi silih berganti sepanjang sejarah perjalanan bangsa.

Selanjutnya, Prabowo menyinggung gerakan “Indonesia Gelap” yang sempat menggema tersebut.

“Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja. Kau kabur aja kesana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silahkan. Mau kabur kemana?” ujarnya.

Presiden menyerukan kepada kalangan intelektual dan masyarakat terdidik untuk lebih objektif dalam melihat kondisi bangsa. Ia meminta agar masyarakat membuka informasi dan mencermati pemberitaan secara luas, karena berdasarkan berbagai indikator, Indonesia saat ini termasuk negara yang aman di dunia.

“Kabur aja deh. Iya, kabur aja. Biar kita gak gaduh,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi utama kebangkitan ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan harus mengolah sumber daya alam di dalam negeri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

“Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” ujarnya.

“Kita tidak mau sekedar jual bahan baku. Kita tidak mau hanya menjual buah kelapa. Kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Proyek hilirisasi tahap kedua ini mencakup 13 proyek strategis dengan total investasi sekitar Rp116 triliun, meliputi sektor energi, mineral, dan pertanian. Presiden menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya besar untuk mengembalikan arus kekayaan nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri.

Exit mobile version