JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan batas usia pakai maksimal galon guna ulang berdasarkan kajian ilmiah.
Permintaan itu disampaikan untuk memperjelas standar keamanan produk yang digunakan masyarakat sebagai wadah air minum.
“Kami dorong agar pemerintah, di sini ada Kementerian Perindustrian untuk segera menetapkan batas usia pakai maksimal yang aman,” kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Novita menegaskan pengawasan keamanan galon guna ulang harus berorientasi pada perlindungan konsumen, bukan persaingan antarmerek.
Ia meminta isu keamanan produk tidak diarahkan menjadi perselisihan antara merek satu dan lainnya.
“Di sinilah fungsi legislasi di mana yang kami awasi itu bukan mereknya. Di sini isu tentang persaingan merek A ke merek B itu harus ditepis karena DPR RI tidak melihat mereknya,” ujar Novita.
Menurut Novita, pemerintah perlu memiliki landasan ilmiah yang jelas dalam menentukan batas usia pakai galon.
Ketentuan tersebut diperlukan agar standar yang ditetapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha sekaligus memberikan kepastian mengenai kelayakan produk yang digunakan konsumen.
Ia mengungkapkan pernah menemukan galon guna ulang yang diperkirakan telah berusia 20 tahun, tetapi masih digunakan.
Temuan tersebut menjadi salah satu alasan yang disampaikannya mengenai perlunya penetapan batas usia pakai maksimal.
Novita juga mengaitkan keamanan konsumsi masyarakat dengan perlindungan kepentingan publik sebagaimana diatur dalam konstitusi.
“Kami melihat tentang keamanan konsumsi masyarakat di mana kerangka ideologis sudah jelas dilindungi oleh Undang-Undang,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) selama 2024–2026, terdapat beragam keluhan konsumen terkait galon guna ulang.
Keluhan tersebut mencakup kondisi galon yang kusam dan retak hingga dugaan peredaran galon berusia tua.
Paparan panas, sinar ultraviolet (UV), serta proses pencucian juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai keamanan dan kelayakan galon guna ulang.
