Site icon RMTVNEWS.COM

GRIB Jaya Sentil Amien Rais Soal Seskab Teddy: Semakin Tua Kok Menjadi-Jadi!

GRIB Jaya Sentil Amien Rais Soal Seskab Teddy: Semakin Tua Kok Menjadi-Jadi!

Srikandi GRIB Jaya mengenakan atribut organisasi saat menghadiri kegiatan resmi dengan sikap tertib dan solid. Foto: RTMV/Istimewa

Jakarta – Jajaran pengurus GRIB Jaya melontarkan reaksi keras terhadap pernyataan tokoh nasional Amien Rais yang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menjauhi hingga memecat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya karena dugaan isu moralitas.

GRIB Jaya menilai kritik tersebut sudah keluar dari koridor profesional dan cenderung menjadi serangan personal.

Kabid Humas GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan bahwa narasi yang dibangun Amien Rais dinilai tidak relevan dengan fakta di lapangan.

Menurutnya, publik seharusnya menilai seorang pejabat negara berdasarkan kinerja, bukan opini yang belum jelas kebenarannya.

“Kritik itu sah, tapi jangan menyeret isu pribadi dan membangun opini tanpa dasar yang jelas. Isu yang belum jelas kebenarannya justru dibawa ke ruang publik dan mengarah pada serangan personal. Ini menunjukkan ketidakmampuan menyerang secara profesional,” ujar Marcel di Jakarta, 1 Mei 2026.

Marcel menambahkan bahwa stabilitas nasional jauh lebih penting daripada kegaduhan yang dipicu oleh sentimen pribadi. Ia mengingatkan bahwa narasi provokatif berpotensi mencederai kualitas demokrasi dan membingungkan masyarakat luas.

Senada dengan Marcel, Anggota Dewan Pengawas GRIB Jaya, Eddy Toerangga, turut menyentil gaya komunikasi Amien Rais. Ia menilai, sebagai sosok yang pernah menduduki posisi strategis sebagai Ketua MPR, seharusnya mampu menghadirkan narasi yang menyejukkan, bukan justru memicu polemik.

“Bapak ini adalah tokoh bangsa, ketua partai, dan mantan pimpinan MPR. Seharusnya narasi yang disampaikan menyejukkan dan menenangkan publik. Mari kita sama-sama menahan diri, banyak beristighfar, dan menjaga tutur kata,” ujar Eddy.

Ia juga mengaku prihatin melihat gaya penyampaian yang dinilai semakin keras dan tidak proporsional. Menurutnya, setiap pernyataan tokoh publik memiliki dampak luas dan akan menjadi bagian dari catatan sejarah.

“Saya ini merinding dengan narasi bapak ini. Bapak ini kenapa sih, semakin tua kok semakin menjadi-jadi narasinya. Ingat Pak, kelak harus meninggalkan nama baik, Pak,” tambahnya,

Di akhir pernyataannya, GRIB Jaya mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dinilai menyesatkan. Mereka menekankan pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat melalui kritik yang konstruktif dan berbasis data.

“Bangsa ini butuh stabilitas, bukan kegaduhan. Kalau ada kritik, sampaikan secara elegan dan berbasis data, bukan dengan opini yang bisa menyesatkan publik,” pungkas Marcel Gual.

Exit mobile version