Site icon RMTVNEWS.COM

Prabowo: Semua Partai Politik Punya Patriot, Tapi Ada Juga “Bajingan”

Prabowo: Semua Partai Politik Punya Patriot, Tapi Ada Juga "Bajingan"

Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah Ketua Umum partai politik menyampaikan pernyataan terkait situasi nasional di Jakarta, 31 Agustus 2025. Presiden menegaskan pemerintah menghormati kebebasan menyampaikan pendapat sekaligus memastikan penegakan hukum terhadap tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum. Foto: BPMI Setpres.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa setiap partai politik di Indonesia memiliki banyak sosok patriot yang berjuang untuk bangsa. Namun, ia juga menilai tidak dapat dimungkiri bahwa di setiap partai terdapat oknum yang tidak mencerminkan nilai-nilai perjuangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

“Untuk apa kita bertikai, kita ini satu keluarga apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita. Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga,” ujar Prabowo.

Ucapan tersebut sempat mengundang perhatian peserta yang hadir. Prabowo kemudian menoleh kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti untuk memastikan penggunaan kata “bajingan” yang diucapkannya.

Dengan nada bercanda, Prabowo mengatakan istilah tersebut bukan dimaksudkan sebagai kata kasar, melainkan bagian dari ekspresi yang dipengaruhi latar belakang budaya Betawi.

“Presiden boleh ngomong bajingan? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan ini, boleh enggak? Ini kan tidak termasuk kasar. Bajingan ya bajingan. Memang saya lahir di Betawi, jadi maaf kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar. Sorry ye,” katanya.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa meninggalkan budaya saling mencaci, dengki, dan curiga. Menurutnya, perbedaan suku, agama, maupun afiliasi politik tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

“Marilah kita kembali ke sifat bangsa Indonesia yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu, jangan ikut-ikut budaya caci maki, dengki, budaya curiga,” tegasnya.

Selain menyinggung dinamika politik, Prabowo juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan kekayaan Indonesia untuk kepentingan pribadi.

Ia mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya, namun selama ini masih ada pihak yang datang dengan dalih berdagang tetapi justru mengambil keuntungan secara tidak semestinya.

“Kadang-kadang ada tamu tidak tahu diri. Sudah tidak diundang, datang ke sini, katanya mau dagang, lama-lama ngerampok,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah yang dipimpinnya berkomitmen menjaga kekayaan nasional dan mengelolanya sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Ia menekankan seluruh jajaran kabinet akan bekerja keras agar sumber daya Indonesia tidak lagi dirugikan oleh praktik-praktik yang merugikan negara.

“Saya bertekad memimpin pemerintahan, dibantu oleh kabinet saya. Saya bertekad untuk bekerja dengan keras, bekerja dengan gagasan pikiran yang besar, bukan yang kecil-kecil,” pungkasnya.

Exit mobile version