Site icon RMTVNEWS.COM

Sahroni Ingatkan TNI dan Polri Harus Loyal kepada Presiden, Bukan Korps

Sahroni Ingatkan TNI dan Polri Harus Loyal kepada Presiden, Bukan Korps

Presiden Prabowo Subianto didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/7/2026). Foto: Tim Media Presiden.

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus menempatkan loyalitas hanya kepada Presiden Republik Indonesia sebagai pemegang komando tertinggi.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sahroni, pesan Presiden agar tidak ada loyalitas korps yang mengalahkan kepentingan bangsa merupakan pengingat penting bagi seluruh institusi pertahanan dan keamanan agar tetap bekerja dalam satu komando demi menjaga keutuhan negara.

“Kami setuju dan sejalan dengan instruksi Presiden bahwa baik tentara maupun polisi itu tidak boleh memiliki loyalitas sempit dalam korps,” kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu.

Ia menegaskan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan, TNI dan Polri berada di bawah komando Presiden sehingga setiap langkah strategis harus sejalan dengan arah kebijakan kepala negara.

“Menurut undang-undang, TNI dan Polri harus tunduk kepada Presiden sebagai panglima tertinggi. Tidak boleh ada gerakan atau aktivitas strategis di luar komando dan instruksi Presiden, apalagi yang bertentangan dengan visi dan misi Presiden,” ujarnya.

Sahroni juga mengingatkan bahwa loyalitas kepada Presiden menjadi kunci untuk mencegah munculnya ego sektoral maupun gesekan antarlembaga. Karena itu, ia mengimbau seluruh anggota Polri agar mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan korps.

“Sebagai mitra langsung Polri, kami mengimbau seluruh anggota Polri agar menyampingkan loyalitas sempit korps dan ego sektoral,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan kepada 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang baru dilantik. Dalam amanatnya, Presiden menekankan pentingnya menjaga integritas serta tidak menyalahgunakan jabatan.

“Integritas adalah kehormatan seorang perwira. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan. Jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa TNI dan Polri memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Karena itu, para perwira diminta selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, terus meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan zaman, serta menjaga kesetiaan kepada rakyat Indonesia.

Exit mobile version