Site icon RMTVNEWS.COM

Di Tengah Duka Gempa Flores NTT, Peristiwa Langka di Puskesmas Ponggeok Ini Bikin Haru!

image (1)

RUTENG — Di tengah situasi masa tanggap darurat pascagempa bumi yang masih berlangsung di wilayah Flores, NTT, kabar bahagia yang menggetarkan hati datang dari Puskesmas Ponggeok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Dua bayi lahir dengan selamat melalui persalinan normal pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Kedua proses persalinan berlangsung di tengah penyesuaian pelayanan kesehatan akibat kondisi pascagempa.

Tenaga kesehatan Puskesmas Ponggeok tetap memberikan pelayanan dan pendampingan penuh kepada para ibu hingga proses persalinan selesai.

Kepala Puskesmas Ponggeok, Adrianus Gaur, menjelaskan bahwa pelayanan persalinan tetap berjalan meskipun fasilitas kesehatan juga beroperasi dalam situasi tanggap darurat.

“Pelayanan kesehatan tetap kami berikan kepada masyarakat. Untuk ibu yang akan melahirkan, kami memastikan proses persalinan dapat ditangani dengan baik oleh tenaga kesehatan, meskipun dalam kondisi fasilitas darurat,” jelas Adrianus dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Adrianus, bayi pertama lahir pada pukul 15.30 WITA melalui persalinan normal.

Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut merupakan anak dari pasangan Yulianika Apriliani dan Tarsianus Laput, warga Nampong, Desa Urung.

Bayi tersebut lahir dengan berat badan 3.500 gram dan panjang badan 50 cm. Hasil pengukuran medis juga mencatat lingkar kepala 35 cm dan lingkar dada 34 cm.

Proses persalinan berlangsung normal dan ditangani langsung oleh petugas kesehatan Puskesmas Ponggeok.

Beberapa jam kemudian, Puskesmas Ponggeok kembali menerima proses persalinan. Bayi kedua lahir pada pukul 19.30 WITA, juga melalui persalinan normal.

Bayi berjenis kelamin perempuan ini lahir dari pasangan Maria Yunita Narmin dan Jefrianus Tetong, warga Ponggeok.

Bayi tersebut memiliki berat badan 3.100 gram dan panjang badan 49 cm, dengan lingkar kepala 34 cm dan lingkar dada 33 cm.

Kedua ibu dan bayi mendapatkan pemantauan intensif dari tenaga kesehatan setelah proses persalinan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap baik.

Adrianus Gaur menegaskan bahwa dalam situasi tanggap darurat, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk pelayanan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan kelompok rentan lainnya.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk pelayanan persalinan. Kondisi tanggap darurat tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” ungkapnya.

 

 

Exit mobile version