JAKARTA – Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshall, mengeluarkan pernyataan tegas terkait polemik status lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia meminta agar tidak ada tindakan represif terhadap masyarakat kecil di tengah sengketa yang masih berlangsung.

Hercules menegaskan bahwa tekanan terhadap rakyat bertolak belakang dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya sangat berpihak kepada masyarakat kecil.

“Supaya rakyatnya juga jangan digencet-gencet. Karena Pak Presiden itu, kami tahu beliau itu enggak seperti itu,” ujar Hercules, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, langkah yang merugikan masyarakat tidak mencerminkan karakter Presiden. Ia menilai kepala negara memiliki kepedulian besar terhadap rakyat.

“Beliau itu sangat-sangat sayang sama rakyatnya, sama masyarakatnya,” lanjutnya.

Di tengah polemik tersebut, tim hukum GRIB Jaya yang mewakili ahli waris lahan, Sulaeman Effendi, juga membantah klaim kepemilikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) maupun pemerintah. Bantahan itu bahkan telah dibawa ke jalur hukum melalui gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Wakil Kepala Bidang Hukum dan Advokasi GRIB Jaya ahli waris, Wilson Colling, menegaskan bahwa lahan di kawasan Bongkaran, Tanah Abang, bukan merupakan tanah negara bebas. Ia menyebut lahan tersebut memiliki dasar hukum lama berupa Eigendom Verponding Nomor 946 Tahun 1923 atas nama Iljas Radjo Mentari.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.