Dalam konteks ini, Garibaldi tidak hanya ditempatkan sebagai simbol kekuatan militer, tetapi juga sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana pemerintah.

Namun, kapal tersebut belum dapat langsung digunakan dalam konfigurasi barunya.

KSAL Muhammad Ali mengatakan Garibaldi harus menjalani proses serah terima terlebih dahulu dari Italia kepada Indonesia pada 24 September 2026.

Setelah itu, kapal akan menjalani retrofit atau modernisasi untuk menyesuaikan teknologi kapal dengan kebutuhan doktrin operasi TNI AL.

“Jadi kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu,” jelas Ali.

Tahapan tersebut penting karena kemampuan strategis sebuah kapal induk tidak hanya ditentukan oleh platform kapalnya, tetapi juga oleh sistem pendukung, kesiapan awak, pesawat atau helikopter yang digunakan, pemeliharaan, logistik dan integrasinya dengan armada lain.

Garibaldi dalam Postur Pertahanan Maritim

Kehadiran Garibaldi juga perlu dilihat dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas.

Kapal dengan kemampuan membawa banyak helikopter dapat memberikan pilihan mobilitas tambahan ketika akses darat atau infrastruktur di suatu wilayah mengalami gangguan akibat bencana.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.