Dalam pemaparan hasil evaluasi, Bhima menyampaikan bahwa sebagian responden ahli menginginkan evaluasi mendasar terhadap program tersebut.

“Untuk makan bergizi gratis, persepsi ahli 50 persen minta untuk dihentikan sepenuhnya, 37 persen dihentikan sementara sampai dilakukan evaluasi menyeluruh atau minta dilakukan moratorium,” ujar Bhima. 

Pernyataan itu merujuk pada penilaian kelompok ahli yang terlibat dalam riset, bukan hasil jajak pendapat yang otomatis mewakili seluruh masyarakat Indonesia.

Temuan tersebut memperluas ruang evaluasi dari kinerja individu ke pelaksanaan kebijakan. 

Penilaian terhadap kabinet tidak hanya menyangkut siapa yang memperoleh skor rendah, tetapi juga bagaimana program pemerintah dirancang, dijalankan, dan dievaluasi.

Metodologi dan Batasan Penilaian

CELIOS mengumpulkan data untuk laporan Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Hasilnya dipaparkan pada 11 Oktober 2026.

Riset melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum. 

Kelompok ahli dipilih menggunakan metode snowball sampling, sedangkan responden masyarakat umum dihimpun melalui non-probability sampling menggunakan Meta Ads. 

Untuk pemeringkatan menteri, laporan tersebut menggunakan metode positional scoring rule atau borda count.

Karena pengambilan sampel masyarakat umum menggunakan metode nonprobabilitas, margin of error konvensional tidak dapat diterapkan sebagaimana pada survei dengan sampel probabilitas. 

Hasilnya perlu dibaca berdasarkan metode, karakteristik responden, dan mekanisme penghitungan skor yang digunakan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.