Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin kelompok ini dengan skor 291, disusul Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (140), serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (127).

 

 

Pengumpulan data survei berlangsung sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan dua kelompok responden, yakni 129 responden ahli yang dijaring melalui metode snowball sampling, serta 1.142 responden masyarakat umum melalui skema non probability sampling via Meta Ads.

Pihak CELIOS menegaskan bahwa pemeringkatan ini perlu dibaca secara cermat dan objektif sesuai aturan pembobotan riset.

“Pemeringkatan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa setiap pejabat gagal menjalankan tugas. Skor merupakan hasil penilaian berdasarkan metode dan kelompok responden yang digunakan CELIOS, sehingga perlu dibaca bersama indikator, pertanyaan, serta konteks evaluasinya,” tulis CELIOS dalam catatannya.

Karena pengambilan sampel kelompok masyarakat umum menggunakan metode non-probabilitas, margin of error konvensional tidak dapat diterapkan secara langsung sebagaimana pada survei probabilitas murni.

Oleh sebab itu, hasil riset ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran persepsi dari para partisipan yang berpartisipasi, bukan klaim proyeksi populasi seluruh warga Indonesia, sekaligus menjadi cermin evaluasi kebijakan bagi Kabinet Merah Putih.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.