JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026), menjelang dua tahun pemerintahannya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Reshuffle ketujuh ini dilakukan ketika pemerintah masih menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.
Sebanyak 18 pejabat dilantik dalam reshuffle tersebut. Mereka terdiri atas lima menteri, lima wakil menteri, empat pejabat tinggi lembaga atau badan, Kapolri, Wakapolri, serta dua unsur pimpinan Ombudsman.
Setelah perubahan tersebut, jumlah kementerian dalam pemerintahan Prabowo menjadi 49 kementerian, dengan 49 menteri dan 57 wakil menteri.
Jumlah wakil menteri bertambah dari 55 orang ketika Kabinet Merah Putih pertama kali diumumkan.
Pertambahan jumlah itu terjadi bersamaan dengan perubahan sejumlah posisi strategis di kabinet dan lembaga pemerintahan.
Kementerian Koordinator Bertambah
Salah satu perubahan dalam reshuffle ketujuh adalah pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Presiden Prabowo menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Pada saat yang sama, Bahlil tetap menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Bahlil mengatakan kementerian koordinator baru tersebut dibentuk untuk mempercepat program hilirisasi dan transisi energi melalui konsolidasi sejumlah kementerian terkait.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan