Site icon RMTVNEWS.COM

Indonesia Bangun 30 Ribu Koperasi dalam Setahun, Prabowo: “Jangan Jadi Bangsa yang Minder!”

Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kata sambutan pada acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).

Cilacap – Di tengah kritikan publik atas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan terus melanjutkan program tersebut untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Berbicara dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4), Prabowo mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan mulai meresmikan koperasi secara bertahap. 

Sebentar lagi kita akan resmikan 1000 Koperasi Merah Putih, kemungkinan 2-3 minggu lagi. Sesudah itu 2-3 bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25 ribu  koperasi,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Ia menekankan bahwa koperasi yang dibangun bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan koperasi fisik yang memiliki infrastruktur nyata. 

“Ada gudang, ada cold storage pendingin, ada gerai-gerai, ada kendaraan. Banyak yang nanti akan punya pengering,” kata Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo bahkan menantang publik untuk melihat sejarah dunia. Ia mempertanyakan apakah ada negara lain yang mampu membangun hingga 25 ribu hingga 30 ribu koperasi dalam satu tahun. 

Coba dibukalah dalam sejarah. Saya minta buka dalam sejarah. Buka dalam sejarah dunia. Ada gak,  25 ribu atau 30 ribu koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun?” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk menghapus rasa rendah diri sebagai bangsa. Ia mengkritik kecenderungan yang selalu menganggap negara lain lebih unggul. 

“Kita jangan jadi bangsa yang rendah diri, minder. Selalu bangsa asing yang hebat,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung program makan bergizi gratis (MBG) yang, menurutnya, kini mulai menjadi perhatian banyak negara. Ia menyebut Indonesia mampu memberi makan lebih dari 60 juta orang secara rutin. 

“Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Dimana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu? Ibu-ibu hamil, orang tua, lansia yang tidak berdaya, diantar makanan,” katanya.

Ia pun membandingkan dengan negara lain, termasuk Tiongkok, yang dinilai memiliki kapasitas besar namun sudah lebih dahulu mencapai tahap kemajuan ekonomi. “Mungkin Tiongkok, tapi kita tahu dia sudah take off,” ujarnya.

Exit mobile version