Site icon RMTVNEWS.COM

Mengenal Israel Houghton, Musisi Gospel yang Konsernya Dilarang Pemerintah di Jakarta

Mengenal Israel Houghton, Musisi Gospel yang Konsernya Dilarang Pemerintah di Jakarta

Israel Houghton bersama istrinya, Adrienne Bailon Houghton. Keduanya menikah di Paris pada 2016. Foto: People

JAKARTA — Israel Houghton menjadi perhatian setelah pemerintah Indonesia melarang rencana konsernya bersama Israel & New Breed di Jakarta pada 24 Oktober 2026.

Houghton merupakan penyanyi, penulis lagu, produser, dan pemimpin pujian asal Amerika Serikat yang dikenal dalam musik gospel dan contemporary Christian music.

Ia lahir di Oceanside, California, pada 19 Mei 1971. Karier musiknya berkembang sejak usia muda dan kemudian membawanya menjadi salah satu nama yang dikenal dalam musik gospel kontemporer.

Bersama Israel & New Breed, Houghton menggabungkan gospel dengan worship, soul, jazz, rock, dan musik Kristen kontemporer. Sejumlah lagu yang dikenal antara lain “Friend of God”, “You Are Good”, dan “Alpha and Omega”.

Salah satu album yang menonjol adalah Alive in South Africa, yang direkam di Cape Town. Album tersebut meraih Grammy Award untuk kategori Best Traditional Gospel Album pada 2007.

Tur 2026 dan Polemik di Sabah

Pada 2026, Israel & New Breed menggelar Til The Whole World Knows Tour 2026. Selain Jakarta, rangkaian tur tersebut juga mencakup sejumlah lokasi di Malaysia.

Sebelum persoalan muncul di Indonesia, rencana penampilan Houghton lebih dulu mendapat perhatian kepolisian Sabah.

Pada 28 September 2026, Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Jauteh Dikun mengatakan polisi akan menyarankan pemerintah negara bagian menunda konser apabila penyelenggara mengajukan permohonan resmi.

Polisi Sabah telah menerima dua laporan terkait rencana konser tersebut. Jauteh juga menyebut adanya reaksi masyarakat serta sensitivitas yang berkaitan dengan sikap Houghton terhadap Israel.

Menurut Jauteh, Houghton pernah mengunggah pernyataan dukungan terhadap Israel di media sosial pada 8 Oktober 2023.

Persoalan perizinan turut menjadi perhatian. Saat itu, penyelenggara disebut belum mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah Sabah meskipun konser telah dipromosikan kepada publik.

Sikap terhadap Israel

Kontroversi tersebut kemudian tidak dapat dilepaskan dari posisi Houghton terhadap Israel.

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, dukungan terbuka terhadap Israel menjadi isu sensitif di sejumlah negara. Pemerintah Indonesia juga menyoroti persoalan serupa ketika menjelaskan alasan pelarangan konser Houghton.

Namun, Israel Houghton merupakan warga negara Amerika Serikat dan bukan pejabat atau perwakilan pemerintah Israel. Nama “Israel” merupakan bagian dari nama pribadinya.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa larangan bukan ditujukan terhadap musik gospel atau kegiatan keagamaan.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah mempertimbangkan aspek keamanan serta dugaan kemungkinan adanya pesan politik dalam kegiatan tersebut.

Yusril menyebut terdapat konser gospel di sejumlah negara yang menurut pemerintah disertai penyampaian dukungan politik terhadap Israel.

Pemerintah juga menyatakan belum menerima permohonan izin penyelenggaraan konser maupun pengajuan visa konser untuk acara tersebut.

Rencana penampilan Houghton bersama Israel & New Breed di Jakarta pada 24 Oktober 2026 akhirnya tidak dapat dilaksanakan setelah pemerintah Indonesia menyatakan melarang penyelenggaraannya.

Exit mobile version