JAKARTA, RMTVNews.com — Konsorsium ACT! (Accelerating Consumer Transformation and Sustainability in Indonesia) Project menargetkan pertumbuhan konsumsi dan produksi domestik produk bersertifikat sebesar 5% hingga 2028.

Target ini dibarengi upaya mengedukasi 800.000 konsumen agar beralih ke produk kopi, cokelat, teh, dan minyak kelapa sawit yang diproduksi dengan standar keberlanjutan.

Upaya tersebut disampaikan melalui partisipasi ACT! Project dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 14–15 Oktober 2026.

Konsorsium ini menggelar pameran interaktif dan dua diskusi yang membahas praktik produksi berkelanjutan serta peluang pasar domestik dan ekspor.

Dalam program tersebut, ACT! Project berupaya memperkuat hubungan antara petani, pelaku industri, dan konsumen untuk memperluas pasar produk berkelanjutan.

Sebanyak 50% dari target konsumen yang diedukasi hingga 2028 merupakan perempuan.

Managing Director Asia Pacific Rainforest Alliance, Chandra Panjiwibowo, mengatakan tren konsumsi produk berkelanjutan dapat menjadi peluang bagi petani dan pelaku industri untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

“Melalui partisipasi kami dalam Trade Expo Indonesia 2026, ACT! Project berkomitmen untuk mendukung pelaku industri dan petani dalam menerapkan praktik berkelanjutan, khususnya pada komoditas utama seperti kakao, kopi, teh, dan kelapa sawit,” ujar Chandra dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Jumat (16/10/2026).

Menurut Chandra, penguatan praktik berkelanjutan diperlukan untuk menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan daya saing komoditas Indonesia dalam rantai pasok.

Ketertelusuran Komoditas dan Peluang Ekspor

Selain mendorong konsumsi domestik, ACT! Project menyoroti pentingnya ketertelusuran produk untuk memenuhi persyaratan perdagangan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *