Scott menambahkan bahwa investor di kawasan industri IWIP berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, China, Prancis, Australia, India, Korea Selatan, dan Taiwan, yang mencerminkan tingginya kepercayaan global terhadap potensi hilirisasi di Indonesia.

Selain 11 proyek yang diluncurkan, IWIP juga menyiapkan rencana ekspansi investasi baru senilai 8 miliar dolar AS yang difokuskan pada tiga sektor strategis.

Sektor pertama adalah pengembangan industri baterai dan hilirisasi nikel senilai 5 miliar dolar AS untuk memproduksi bahan baku utama baterai kendaraan listrik serta unit produksi baterai bagi truk dan alat berat.

Sektor kedua mencakup pengembangan energi hijau senilai 2 miliar dolar AS melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 2 GW dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu sebesar 500 MW guna menyuplai listrik rendah karbon di kawasan industri.

Sektor ketiga adalah pembangunan Smelter Aluminium Elektrolitik senilai 1 miliar dolar AS untuk menghasilkan material ringan komponen baterai dan struktur kendaraan listrik.

“Pengembangan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik, tetapi juga mencerminkan transformasi IWIP menjadi kawasan industri berbasis teknologi, keberlanjutan, dan integrasi energi bersih,” kata Scott.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.