JAKARTA — Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo diusulkan menjadi komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan perawatan tubuh. Selain masuk dalam bursa calon komisaris, Rahayu menyatakan akan memiliki 2,4 persen saham perusahaan tersebut.

Pencalonan Rahayu akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 Oktober 2026.

Usulan tersebut diajukan oleh pemegang saham pengendali VICI, PT Victoria Investments Indonesia, melalui surat tertanggal 7 Oktober 2026.

Rahayu merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dan keponakan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelum pencalonan Rahayu, ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). ANTARA melaporkan perusahaan properti tersebut telah menerima surat pengunduran dirinya tertanggal 7 Oktober 2026.

Rahayu menegaskan statusnya saat ini masih sebagai kandidat komisaris dan pengangkatannya menunggu keputusan pemegang saham.

“Saya di situ (VICI) baru saja announce (umumkan) untuk nomination, karena kan masih nomination, belum RUPSLB ya, itu sebagai Komisaris,” kata Rahayu dalam diskusi dengan media di kawasan Senayan, Jakarta, dikutip pada Minggu (11/10/2026).

Rahayu juga menyampaikan rencana kepemilikan 2,4 persen saham VICI. Ia mengatakan keterlibatannya akan berfokus pada penguatan fundamental bisnis perusahaan.

“Jadi, kalau kepemilikan saya, it’s less than 5 persen, (tepatnya 2,4 persen). Again, saya fokusnya fundamental business-nya,” ujarnya.

Bidik Ekspansi ke Jepang dan Korea Selatan

Victoria Care Indonesia bergerak di industri kosmetik, perawatan tubuh, dan produk kesehatan. Perusahaan ini memiliki sejumlah merek, antara lain Herborist, Miranda, Nuface, dan CBD Professional.

Rahayu menyebut pengembangan bisnis dan ekspansi internasional sebagai bagian dari kontribusi yang ingin didorong di VICI.

Ia berencana memanfaatkan jaringan internasional untuk membuka peluang pemasaran produk perusahaan ke Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

“Bicara excellence, bicara tentang itu, tapi juga untuk membuka ke network saya yang internasional, gimana untuk bisa jaringan saya yang di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan ini untuk kita bisa growth-nya lebih cepat lagi,” kata Rahayu.

Ia juga menyampaikan gagasan penguatan merek melalui pendekatan soft power serta peluang membuka jalur distribusi bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.