YOGYAKARTA — Kurnianti Herdiandari resmi menempuh pendidikan doktoral pada Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam studinya, Kurnianti mengangkat penelitian mengenai tata kelola implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Disertasi yang disusunnya berjudul “Pengembangan Model Manajemen Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Pentahelix dalam Mendukung Mutu Layanan Pendidikan.”
Riset tersebut diarahkan untuk mengkaji hubungan antara implementasi MBG dengan mutu layanan pendidikan, termasuk aspek kehadiran siswa dan konsentrasi belajar.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah analisis statistik korelasi dengan memanfaatkan data terkait pelaksanaan MBG dan indikator pendidikan.
Data mengenai kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan MBG juga menjadi bagian dari kajian penelitian.
Dalam rancangan risetnya, Kurnianti menyebut penggunaan data dari sumber resmi, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk mendukung validitas analisis.
Model yang dikembangkan menggunakan pendekatan Pentahelix, yang melibatkan lima unsur, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat atau komunitas, dan media.
Pemerintah ditempatkan sebagai regulator, akademisi berperan dalam penyediaan data dan evaluasi, dunia usaha terkait dengan rantai pasok, masyarakat atau komunitas sebagai bagian dari pengawasan, sedangkan media berfungsi mendukung transparansi informasi.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan. Ini adalah investasi mutu pendidikan. Jika manajemen implementasinya tidak kuat, tujuan meningkatkan SDM unggul bisa terganggu,” kata Kurnianti dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, pendekatan Pentahelix diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat aspek keamanan, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan MBG.
Kurnianti selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, dan isu pendidikan di Surabaya.
Studi doktoral di UNY menjadi bagian dari upayanya mengembangkan kajian yang berkaitan dengan kebijakan dan manajemen pendidikan.
Melalui penelitian tersebut, kajian yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan model manajemen implementasi MBG yang dapat digunakan untuk memperbaiki tata kelola program dari rantai pasok hingga pelayanan kepada penerima manfaat.
Riset ini juga menempatkan MBG tidak hanya sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan peserta didik, tetapi sebagai salah satu intervensi yang perlu dikaji keterkaitannya dengan mutu layanan pendidikan.

