Pemerintah ditempatkan sebagai regulator, akademisi berperan dalam penyediaan data dan evaluasi, dunia usaha terkait dengan rantai pasok, masyarakat atau komunitas sebagai bagian dari pengawasan, sedangkan media berfungsi mendukung transparansi informasi.

“Program MBG bukan hanya soal memberi makan. Ini adalah investasi mutu pendidikan. Jika manajemen implementasinya tidak kuat, tujuan meningkatkan SDM unggul bisa terganggu,” kata Kurnianti dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, pendekatan Pentahelix diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat aspek keamanan, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan MBG.

Kurnianti selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, dan isu pendidikan di Surabaya.

Studi doktoral di UNY menjadi bagian dari upayanya mengembangkan kajian yang berkaitan dengan kebijakan dan manajemen pendidikan.

Melalui penelitian tersebut, kajian yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan model manajemen implementasi MBG yang dapat digunakan untuk memperbaiki tata kelola program dari rantai pasok hingga pelayanan kepada penerima manfaat.

Riset ini juga menempatkan MBG tidak hanya sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan peserta didik, tetapi sebagai salah satu intervensi yang perlu dikaji keterkaitannya dengan mutu layanan pendidikan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.