Jakarta –Muhammad Qodari dilantik oleh Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah pada Senin (27/4) di Istana Negara. Pelantikan ini menandai penugasan ketiganya dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

Sebelumnya, pendiri lembaga survei Indo Barometer itu pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan (Oktober 2024) dan Kepala Staf Kepresidenan (September 2025).

Usai pelantikan, Qodari mengakui jabatan barunya membawa tanggung jawab besar, terutama dalam mengelola komunikasi publik di tengah banyaknya program pemerintah yang harus disampaikan kepada masyarakat.

“Rasanya tanggung jawab ini semakin meningkat. Terus terang, waktu diberi tahu, doa saya jadi semakin panjang. Karena ini berat sekali. Kenapa berat? Karena apa yang dikerjakan oleh Pak Prabowo dan pemerintahannya sangat banyak,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, tantangan utama komunikasi publik saat ini terletak pada kompleksitas program pemerintah yang berskala besar, masif, dan menyentuh berbagai aspek fundamental kehidupan berbangsa. Program-program tersebut membutuhkan penjelasan yang utuh agar dapat dipahami masyarakat.

“Program-program itu harus dijelaskan latar belakang dan sebab-sebabnya, yang pada dasarnya adalah bagaimana negara memenuhi tujuannya sesuai Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” jelasnya.

Selain kompleksitas program, Qodari juga menyoroti perubahan lanskap media yang semakin dinamis sebagai tantangan tersendiri. Ia menilai, kehadiran media sosial telah mengubah pola komunikasi publik secara signifikan dibandingkan satu hingga dua dekade lalu.

“Lanskap media kita sangat berbeda dengan 10–20 tahun yang lalu. Selain media massa, sekarang juga ada media sosial. Bahkan, media sosial saat ini sebagian berperilaku seperti pers, tetapi dengan regulasi yang berbeda. Di situ ada tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Mengenai strategi komunikasi ke depan, Qodari menyebut masih akan dirumuskan lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa pekerjaan rumah terbesar terletak pada besarnya program pemerintah itu sendiri yang memerlukan pendekatan komunikasi yang masif dan terintegrasi.

“Karena komunikasi itu ada di semua kementerian dan lembaga, di semua bagian. Insya Allah, bersama-sama kita akan mengoptimalkan komunikasi pemerintah ke depan,” ujarnya.

Selain Muhammad Qodari, pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik  Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.