JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak serius terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebanyak 1.558 penerbangan terdampak setelah pemerintah menutup sementara delapan bandara akibat sebaran abu vulkanik.
Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 170.000 penumpang tertahan akibat gangguan penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan delapan bandara diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB demi memastikan keselamatan operasional penerbangan.
“Hingga kini, dari delapan bandara terdampak, terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan,” kata Dudy di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
8 Bandara Ditutup Sementara
Delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Radin Inten II Lampung.
Selain itu, penutupan juga mencakup Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul perubahan arah pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pemantauan, abu bergerak ke arah timur dengan kecepatan angin sekitar lima knot pada ketinggian 15.000 kaki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan