“Dalam pelaksanaan kadang-kadang ada kendala sana sini. Bisa saja unit atau kementerian yang menjalankan kebijakan belum siap. Tapi yang penting meningkat terus dari tahun ke tahun dan sudah mendekati 20 persen. Tahun ini akan kita dorong betul-betul lebih dari 20 persen,” katanya.
Purbaya menjelaskan, ketika belanja pada sektor lain meningkat, pemerintah harus kembali menyesuaikan alokasi anggaran pendidikan agar tetap memenuhi ketentuan konstitusi. Namun, penyesuaian program pendidikan tidak selalu dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan proses perencanaan.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang membutuhkan dukungan anggaran besar. Di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat, sekolah terintegrasi, revitalisasi sekolah, hingga penyediaan panel digital untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui tambahan modal sebesar Rp25 triliun.
“Kita bikin Sekolah Rakyat, sekolah terintegrasi, perbaikan sekolah dan lain-lain itu cukup besar. Nanti ada program panel digital untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, itu cukup banyak biayanya. Saya pikir kita akan perkuat juga LPDP dengan tambah modal, kalau enggak salah tahun ini kita tambah Rp25 triliun. Jadi alokasi untuk pendidikan akan dipastikan mencapai 20 persen,” ujar Purbaya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan