“Ini adalah suatu yang tidak bisa kita pungkiri. Kita harus antisipasi dan bagaimana kita menghadapi dengan sebaik-baiknya. Jadi ini semua sedang dikaji. Tapi adaptasi adalah kunci nomor satu. The only constant is change,” ujar Stella.
34.711 Prodi dan Beban Administrasi
Arahan untuk tidak terus menambah prodi sebelumnya disampaikan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam forum bersama para rektor.
Brian meminta perguruan tinggi tidak berlomba-lomba membuat prodi baru ketika bidang keilmuan tertentu sebenarnya masih dapat dikembangkan dalam rumpun keilmuan yang sudah ada.
“Mumpung para rektor berkumpul, tolong jangan kebanyakan Prodi. Pegel ngurus akreditasi. Prodi-prodi itu digabung-gabungin saja, dimerger,” kata Brian, dikutip Antara.
Menurut Brian, penggabungan dapat dilakukan terhadap prodi yang memiliki rumpun keilmuan serupa.
Langkah tersebut dinilai dapat menyederhanakan administrasi dan proses akreditasi tanpa harus mengurangi jumlah mahasiswa.
“Yang perlu dikembangkan itu bukan Prodinya, tapi keilmuannya. Prodi itu hanya administrasi. Jangan mempersempit keilmuan dengan sekat administrasi,” ujar Brian.
Data Kemdiktisaintek menunjukkan Indonesia memiliki 34.711 program studi pada 2025. Jumlah itu meningkat 2,9 persen. Pada tahun yang sama terdapat sekitar 11,5 juta mahasiswa, 328 ribu dosen, dan sekitar 2,78 juta lulusan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan