JAKARTA — Indonesia dan Thailand kembali berhadapan dalam pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Pertandingan ini memiliki arti khusus karena menjadi final perdana FIFA ASEAN Cup. Pemenangnya akan tercatat sebagai juara pertama kompetisi tersebut.
Namun, bagi Indonesia, laga ini juga membawa beban sejarah. Thailand selama ini menjadi salah satu lawan yang paling sulit dihadapi Garuda, termasuk ketika keduanya bertemu dalam pertandingan final.
35 Pertemuan, Thailand Lebih Unggul
Data GoodStats yang merangkum 35 pertemuan Indonesia dan Thailand sejak 1957 menunjukkan persaingan panjang kedua tim.
Dalam periode tersebut, Indonesia mencatat 13 kemenangan, tiga hasil imbang, dan 19 kekalahan dari Thailand.
Data lain dengan cakupan seluruh pertemuan senior mencatat jumlah laga yang lebih banyak.
Berdasarkan data 11v11 yang dikutip Databoks, Indonesia dan Thailand telah bertemu 78 kali hingga 2022, dengan Indonesia menang 25 kali, Thailand 37 kali, dan 16 laga berakhir imbang.
Perbedaan jumlah tersebut berasal dari cakupan dan periode data yang digunakan.
Namun, satu hal relatif konsisten: Thailand memiliki catatan historis yang lebih baik dalam pertemuan kedua tim.
Final Menjadi Luka Lama
Persoalannya bukan hanya rekor pertemuan secara keseluruhan.
Indonesia juga memiliki catatan kurang baik ketika menghadapi Thailand dalam pertandingan final. Kedua negara sebelumnya bertemu di final Piala Tiger/Piala AFF pada 2000, 2002, 2016 dan 2021.
Indonesia gagal menjadi juara dalam seluruh rangkaian final tersebut.
Pada final 2000, Indonesia kalah 1-4. Dua tahun kemudian, final 2002 berakhir 2-2 setelah waktu normal dan Thailand menang melalui adu penalti.
Pada final 2016, Indonesia sempat menang 2-1 pada leg pertama, tetapi kalah 0-2 pada leg kedua sehingga Thailand menjadi juara.
Pertemuan final berikutnya terjadi pada 2021, ketika Indonesia kalah agregat 2-6.
Catatan tersebut membuat pertandingan malam ini memiliki lapisan sejarah tersendiri.
Indonesia Berusaha Memutus Tren
Indonesia datang dengan misi berbeda. Selain mengejar gelar perdana FIFA ASEAN Cup, Garuda juga berusaha menghentikan rentetan hasil buruk ketika menghadapi Thailand.
Indonesia terakhir kali mengalahkan Thailand pada 14 Desember 2016 dengan skor 2-1 di leg pertama final Piala AFF. Setelah itu, Indonesia belum kembali meraih kemenangan atas Thailand dalam tujuh pertandingan berikutnya, dengan catatan empat kekalahan dan tiga hasil imbang.
Namun, sejarah tidak otomatis menentukan hasil pertandingan.
Indonesia tampil sebagai tim paling produktif di FIFA ASEAN Cup 2026 sebelum final, dengan 11 gol. Mitchell Baker menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia dengan lima gol.
Di sisi lain, Thailand datang dengan sejarah yang lebih menguntungkan ketika menghadapi Indonesia di pertandingan-pertandingan penting.
Lebih dari Sekadar Trofi
Di sinilah final Indonesia vs Thailand menjadi lebih besar daripada sekadar pertandingan sepak bola.
Indonesia bukan hanya berusaha memenangkan trofi baru. Garuda juga memiliki kesempatan mengubah narasi yang selama bertahun-tahun terbentuk dari pertemuan dengan Thailand.
Jika berhasil mengangkat trofi, Indonesia akan menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup sekaligus menciptakan catatan baru dalam rivalitas kedua negara.
Tetapi pertandingan masih berlangsung. Sejarah, statistik, dan rekor hanya menjadi latar sebelum keputusan akhir ditentukan di lapangan.
Malam ini, Indonesia dan Thailand sedang memperebutkan sesuatu yang belum pernah dimiliki siapa pun sebelumnya: gelar perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Link Live Streaming dan Link Nonton di sini.

