EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyatakan informasi mengenai rencana aksi korporasi tersebut tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera dalam keterangan di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
BCA juga mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi mengenai perseroan melalui sumber resmi perusahaan dan media kredibel.
Berdasarkan informasi kepemilikan saham, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) menguasai 67,73 miliar saham BCA atau setara 54,94 persen. Sementara itu, kepemilikan saham masyarakat tercatat sebesar 44,64 persen.
Perubahan pemegang saham pengendali terakhir juga terjadi setelah meninggalnya Bambang Hartono. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan pada 31 Juli 2026, Robert Budi Hartono menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan.
Dengan demikian, hingga pernyataan terbaru OJK pada 15 Oktober 2026, isu akuisisi BCA oleh Haji Isam belum menjadi transaksi yang dikonfirmasi oleh perseroan.
OJK menyatakan tetap mengawasi dinamika kepemilikan dan pengendalian bank sesuai ketentuan yang berlaku.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan