Menjelang Miss Tionghoa Indonesia 2026, Regina menjalani berbagai persiapan, mulai dari public speaking, pendalaman sejarah akulturasi budaya, visualisasi Batik Betawi dan tradisi Qipao, latihan koreografi, hingga pengembangan bakat.

Namun, bagi Regina, keikutsertaannya dalam ajang tersebut bukan semata-mata untuk mengejar gelar atau mahkota. Ia ingin memanfaatkan panggung tersebut untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda mengenai pentingnya mengenal dan melestarikan akar budaya.

“Saya mengikuti ajang ini karena saya ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda Tionghoa untuk terus mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya mereka. Menurut saya, budaya akan terus hidup apabila generasi muda mau ikut menjaganya,” ujar Regina.

Semangat tersebut ia tuangkan melalui advokasi yang diberi nama “Bridges of Tradition”. Melalui advokasi ini, Regina ingin menjadi penghubung antara tradisi dan generasi muda.

Menurut Regina, pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan melalui cara-cara formal. Tradisi juga dapat diperkenalkan melalui medium yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti media sosial, seni, musik, tari, dan berbagai kegiatan kebudayaan.

“Bridges of Tradition” juga menjadi cara Regina mengajak generasi muda Tionghoa agar tidak merasa jauh dari akar budaya mereka. Ia berpandangan bahwa mengenal budaya tidak berarti harus meninggalkan perkembangan zaman.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.