JAKARTA — PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mengkaji sejumlah opsi untuk memperbaiki kondisi keuangan dan struktur permodalan perseroan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerbitan saham baru melalui rights issue atau private placement.
Informasi tersebut disampaikan AirAsia Indonesia dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 30 September 2026.
Evaluasi dilakukan secara internal bersama pemegang saham dan penasihat eksternal.
Dalam keterbukaan tersebut, perseroan menyebut opsi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Melalui skema tersebut, perseroan dapat menerbitkan saham baru yang memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli saham sesuai ketentuan aksi korporasi yang nantinya ditetapkan.
AirAsia Indonesia juga mengkaji opsi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Selain penerbitan saham baru, perseroan mengevaluasi restrukturisasi utang dagang dan/atau liabilitas sewa kepada entitas pengendali dan/atau pemegang saham menjadi instrumen dengan karakteristik semi-equity.
Belum ada keputusan mengenai pilihan skema yang akan digunakan, termasuk jumlah saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan, nilai dana yang dihimpun, maupun jadwal pelaksanaan.
Ekuitas Negatif
Rencana tersebut muncul ketika AirAsia Indonesia masih mencatat kondisi ekuitas negatif.
Berdasarkan data laporan keuangan 2025 yang tersedia pada laman hubungan investor perseroan, AirAsia Indonesia mencatat total aset sekitar Rp5,054 triliun dan pendapatan sekitar Rp7,874 triliun.
Perseroan juga mencatat rugi usaha sekitar Rp1,295 triliun pada tahun tersebut.
Kondisi ekuitas negatif menjadi bagian dari alasan perseroan mengevaluasi alternatif penambahan modal dan restrukturisasi kewajiban.
Dalam keterbukaan informasi 30 September 2026, AirAsia Indonesia menyebut langkah tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki kondisi ekuitas serta kondisi yang menyebabkan saham perseroan mengalami suspensi.
Dua Skema Penambahan Modal
PMHMETD atau rights issue memberikan hak terlebih dahulu kepada pemegang saham untuk membeli saham baru yang diterbitkan perseroan.
Sementara PMTHMETD atau private placement dilakukan tanpa pemberian hak memesan efek terlebih dahulu kepada seluruh pemegang saham.
AirAsia Indonesia belum menyampaikan rincian mengenai jumlah saham baru maupun nilai modal yang akan dihimpun dari kedua opsi tersebut.
Dalam dokumen perusahaan sebelumnya, CMPP tercatat memiliki 10.685.124.441 saham yang tercatat di BEI.
Jumlah saham tersebut dapat menjadi basis pencatatan sebelum perseroan menentukan struktur penerbitan saham baru apabila salah satu opsi penambahan modal dilanjutkan.

