JAKARTA — Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat transaksi crossing jumbo senilai sekitar Rp26,1 triliun di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/10/2026).
Transaksi tersebut dilakukan sebanyak tiga kali dengan harga Rp2.588 per saham. Total saham yang berpindah mencapai 10.084.088.370 lembar dengan nilai sekitar Rp26,098 triliun.
Jumlah saham tersebut setara sekitar 30 persen saham BYAN.
Harga transaksi crossing berada jauh di bawah harga BYAN di pasar reguler. Saham BYAN pada hari yang sama ditutup di level Rp12.550 per saham.
Transaksi tersebut berlangsung di tengah rencana pengalihan sekitar 30 persen saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Dalam keterbukaan informasi, jumlah saham BYAN yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama bertambah menjadi 10.084.088.370 saham dari sebelumnya 10.000.000.500 saham.
Jumlah tersebut setara sekitar 30 persen saham BYAN.
Saham JARR Dijaminkan ke Bank Mandiri
Pada periode yang sama, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mengungkapkan adanya pengikatan jaminan berupa saham pengendali perusahaan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Eshan Agro Sentosa, selaku pengendali JARR, menjaminkan 7.997.556.204 saham atau seluruh saham JARR yang dimilikinya kepada Bank Mandiri.
Direktur Utama JARR Indra Irawan mengatakan penggadaian tersebut merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh JARR dari Bank Mandiri melalui afiliasinya.
“Gadai saham tersebut merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh JARR dari Bank Mandiri melalui afiliasinya,” kata Indra dalam keterbukaan informasi, dikutip pada Kamis (8/10/2026).
Transaksi gadai saham dilakukan pada 30 September 2026 dan diungkapkan kepada publik pada 7 Oktober 2026.
JARR menyatakan transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian perusahaan. PT Eshan Agro Sentosa tetap menjadi pengendali JARR.
Saham PGUN Juga Dijaminkan
Selain JARR, saham pengendali PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) juga dijaminkan kepada Bank Mandiri.
Tiga pemegang saham PGUN, yakni PT Araya Agro Lestari, PT Baramega Citra Mulia Persada, dan PT Citra Agro Raya, menjaminkan total sekitar 5,30 miliar saham.
Dengan demikian, saham JARR dan PGUN yang menjadi jaminan kepada Bank Mandiri mencapai sekitar 13,30 miliar lembar berdasarkan jumlah saham yang diungkapkan masing-masing perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi JARR, gadai saham tersebut disebut sebagai bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit.
Dokumen tersebut tidak menyebut bahwa fasilitas kredit tersebut secara khusus digunakan untuk membiayai transaksi saham BYAN.

