LOMBOK TENGAH — MotoGP Mandalika 2026 mencatat 157 ribu penonton selama tiga hari penyelenggaraan, pada 9–11 Oktober 2026. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir optimistis perputaran uang dan dampak ekonomi ajang balap tersebut melampaui target Rp5 triliun.

“Penyelenggaraan tahun ini finis terbaik. Penonton tembus 157 ribu orang, dan ini membuktikan bahwa event-event olahraga bisa menghasilkan keekonomian yang nyata bagi masyarakat,” ujar Erick di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2026).

Erick menilai tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa ajang olahraga internasional mampu menjadi penggerak ekonomi daerah maupun nasional. Ia juga menyebut dampak penyelenggaraan MotoGP dirasakan warga sekitar kawasan Mandalika.

Menurut Erick, tingkat kemiskinan di sekitar kawasan tersebut diklaim mengalami penurunan hingga hampir 3 persen.

“Target Rp5 triliun saya yakin tembus. Pak Gubernur happy, masyarakat happy, tingkat kemiskinan di dekat sini turun hampir 3 persen. Ke depan, MotoGP harus bisa lebih baik lagi,” katanya.

Kehadiran penonton menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi selama MotoGP Mandalika. Selain menyaksikan balapan, pengunjung berbelanja makanan, suvenir, dan produk kerajinan yang ditawarkan pelaku usaha lokal di kawasan sirkuit.

Pedagang suvenir mutiara di Mandalika, Komeng, mengatakan produknya diminati pengunjung, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara. Produk yang dijual antara lain gelang, mutiara, bros mutiara, dan kain tenun.

Harga suvenir tersebut bervariasi, mulai Rp100 ribu hingga Rp500 ribu atau lebih, bergantung pada kualitas mutiara yang ditawarkan.

114 UMKM Dilibatkan, Kuliner Mendominasi

Pemerintah Provinsi NTB melibatkan 114 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Para pelaku usaha tersebut berjualan di Lombok Sumbawa Festival yang berlangsung di area Sirkuit Mandalika.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirawan Ahmad mengatakan sebagian besar UMKM yang terlibat bergerak di bidang kuliner.

Porsinya mencapai lebih dari 70 persen, sedangkan sisanya mencakup produk kerajinan dan ekonomi kreatif.

UMKM tersebut berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di NTB. Mereka antara lain berasal dari asosiasi AKLI, Iwapi, Dekranasda, serta pelaku usaha binaan Dinas Koperasi dan UKM.

Seluruh peserta yang dilibatkan telah melalui proses kurasi dan memperoleh pendampingan sebelum berjualan.

Menurut Wirawan, harga produk yang dijual UMKM relatif terjangkau, dengan sebagian besar makanan ditawarkan tidak lebih dari Rp30 ribu.

Pemerintah daerah berharap jumlah transaksi selama MotoGP tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Omzet Pedagang Naik selama Balapan

Dampak kunjungan penonton terlihat dari pengalaman sejumlah pedagang yang berjualan di dalam sirkuit.

Baiq Rohayani, salah satu pedagang kuliner di Mandalika, mengaku dagangannya laris selama dua hari pertama penyelenggaraan.

“Alhamdulillah, dua hari pelaksanaan MotoGP jualan laku keras,” ujar Rohayani, Minggu (11/10/2026).

Ia mengatakan dapat menjual ratusan kotak makanan dalam sehari, termasuk cerorot, jajanan tradisional khas Lombok yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah, serta nasi kotak.

“Pokoknya habis dibeli pengunjung,” katanya.

Rohayani menjual tiga buah cerorot seharga Rp10 ribu dan nasi kotak seharga Rp30 ribu.

Dari penjualan tersebut, ia mengaku memperoleh pendapatan lebih dari Rp2,5 juta per hari, lebih tinggi dibandingkan penjualan pada hari biasa di luar kawasan sirkuit.

Ia juga menilai lokasi lapak yang disediakan Pemerintah Provinsi NTB dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) cukup strategis karena berada di belakang tribun penonton sehingga mudah dijangkau pengunjung.

Pedagang suvenir mutiara, Komeng, turut mengakui kenaikan penjualan selama MotoGP.

Selain perhiasan mutiara, gelang, dan bros, kain tenun menjadi salah satu produk yang ditawarkan kepada pengunjung.

Meski sejumlah pedagang mengaku mengalami kenaikan omzet, Wirawan mengatakan pemerintah daerah belum dapat menyebutkan angka pasti total transaksi atau perputaran uang yang diperoleh seluruh UMKM selama MotoGP 2026.

Mandalika Diarahkan Jadi Kawasan Olahraga

Erick mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tahun ini menjadi tantangan bagi ITDC untuk melengkapi fasilitas olahraga di Mandalika.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi kawasan itu sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Olahraga.

Ia menginginkan Mandalika memiliki fasilitas olahraga terpadu, termasuk lapangan golf, jogging track, arena tenis, dan padel.

Erick juga menyebut perlunya penambahan hotel serta kawasan khusus untuk mobil balap.

“Namanya juga Kawasan Ekonomi Khusus Olahraga. Harus ada lapangan golf-nya, tambah hotel, jogging track, lapangan tenis, padel, sampai bonded zone buat mobil-mobil balap di sini,” ujar Erick.

Ia menambahkan, capaian dan hasil evaluasi MotoGP Mandalika 2026 akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan menentukan langkah dan arah kebijakan untuk penyelenggaraan ajang serupa pada masa mendatang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.