Direktur Bayan Resources Jenny Quantero sebelumnya mengatakan penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.

“Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi perseroan.

Setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, Jhonlin Baratama akan memiliki sekitar 30 persen saham BYAN. Jumlah saham beredar Bayan Resources tercatat sebanyak 33.333.335.000 lembar.

Sebelum transaksi tersebut, Low Tuck Kwong tercatat sebagai pemegang saham pengendali BYAN dengan kepemilikan sekitar 40,25 persen atau 13,42 miliar saham. Sementara Elaine Low memiliki sekitar 22 persen atau 7,33 miliar saham.

Di pasar modal, saham BYAN ditutup pada level Rp11.850 per saham pada perdagangan 22 September 2026, melemah 9,71 persen atau 1.275 poin dalam sehari. Namun, dalam sepekan saham BYAN masih tercatat menguat 16,18 persen.

Rencana masuknya Haji Isam ke BYAN sebelumnya telah menjadi perhatian pasar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan bahwa proses persetujuan tambahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tiga anak usaha Bayan tidak berkaitan dengan rencana masuknya pemegang saham baru.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.