JAKARTA — PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat volume bongkar muat batu bara mencapai 4,27 juta ton sepanjang Triwulan III 2026. Capaian tersebut meningkat 26 persen dibandingkan Triwulan II 2026 dan tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada September 2026, volume bongkar muat batu bara yang dikelola KAI Logistik mencapai 1,566 juta ton.
Angka ini menjadi capaian bulanan tertinggi perusahaan sepanjang 2026, naik sekitar 9 persen dibandingkan Agustus.
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan penguatan kapasitas operasional perusahaan dalam mendukung distribusi komoditas energi.
“Komoditas energi memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas industri dan perekonomian. Karena itu, keandalan rantai pasok energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan komoditas, tetapi juga oleh kemampuan sistem logistik dalam memastikan distribusinya berlangsung secara andal, efisien, dan berkesinambungan,” kata Yuskal dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Menurut Yuskal, perusahaan terus meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan logistik berbasis kereta api untuk mendukung kelancaran distribusi energi nasional.
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan volume adalah peningkatan aktivitas mitra pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang beroperasi di Terminal Muara Lawai. Penambahan layanan tersebut mencapai empat rangkaian kereta.
Setiap rangkaian terdiri atas 55 gerbong datar yang setara dengan 110 kontainer. Dengan kapasitas rata-rata 23 ton per kontainer, satu rangkaian mampu mengangkut sekitar 2.530 ton.
“Penambahan rangkaian tersebut memberikan tambahan kapasitas sekaligus mendukung kelancaran arus komoditas dari wilayah produksi menuju titik tujuan. Optimalisasi layanan berbasis kereta api menjadi salah satu upaya KAI Logistik dalam meningkatkan kapasitas angkut dan menjaga keandalan distribusi komoditas dalam skala besar,” ujar Yuskal.
Selain Muara Lawai, pertumbuhan volume juga didukung penambahan mitra pada relasi Tanjung Enim–Kertapati yang mulai dilayani sejak Juli 2026.
KAI Logistik memperkirakan peningkatan kapasitas pada relasi tersebut dapat memberikan kontribusi volume hingga 2,2 juta ton sampai akhir 2026.
Perusahaan juga berupaya memperkuat konektivitas logistik pada jalur-jalur strategis dengan mengintegrasikan layanan bongkar muat dan distribusi melalui jaringan kereta api.
Integrasi ini ditujukan untuk menghubungkan sentra produksi, terminal, dan titik tujuan secara lebih efektif.
Yuskal mengatakan KAI Logistik akan melanjutkan penguatan kapasitas, produktivitas, dan konektivitas layanan guna memenuhi kebutuhan distribusi komoditas strategis.
“Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan logistik yang andal, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan rantai pasok dan kesinambungan aktivitas ekonomi nasional,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan