JAKARTA — Rencana impor 23 rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang belum sampai pada keputusan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan masih perlu berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sebelum memberikan sikap lebih jauh.
“Saya harus bicara dulu dengan Menteri Perhubungan, saya belum bisa berkomentar terlalu jauh,” kata AHY seusai memberikan keynote speech dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Rencana tersebut sebelumnya diajukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk memenuhi kebutuhan armada KRL Jabodetabek.
KAI mengusulkan 23 trainset bekas dari Jepang sebagai solusi transisi karena sebagian armada yang digunakan saat ini telah berusia lebih dari 40 tahun.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan 23 trainset itu terdiri atas tujuh rangkaian dengan konfigurasi 12 kereta atau SF12 dan 16 rangkaian dengan konfigurasi delapan kereta atau SF8.
Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan kondisi peron di sejumlah stasiun yang belum siap melayani rangkaian 12 kereta.
Menurut KAI, pengadaan kereta bekas dipilih karena waktunya jauh lebih cepat dibandingkan pengadaan kereta baru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan