JAKARTA — Ekonomi Vietnam melonjak 9,95 persen pada kuartal III 2026, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pada saat yang sama, Indonesia mencatat pertumbuhan 5,29 persen pada kuartal II 2026 dan membidik pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Periode pengukuran kedua negara memang berbeda, tetapi perkembangan tersebut menempatkan kinerja ekonomi Vietnam sebagai salah satu pembanding bagi Indonesia, terutama dalam menarik investasi, memperkuat manufaktur, dan meningkatkan ekspor.
Menurut laporan Reuters, pertumbuhan Vietnam pada kuartal III 2026 ditopang kuat oleh ekspor dan investasi infrastruktur.
Ekspor pada September saja mencapai 59,48 miliar dolar AS atau tumbuh 39,1 persen secara tahunan. Investasi asing langsung sepanjang Januari hingga September juga meningkat 12,1 persen menjadi 21,1 miliar dolar AS.
Data pemerintah Vietnam menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada sembilan bulan pertama 2026 mencapai 9,01 persen.
Sektor industri dan konstruksi tumbuh 11,21 persen, sedangkan sektor jasa tumbuh 8,96 persen. Indeks produksi industri pada periode yang sama meningkat 12,3 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut tidak terlepas dari posisi Vietnam sebagai basis manufaktur yang terintegrasi erat dengan rantai pasok global, yang didukung pula oleh agresivitas insentif tax holiday, tarif listrik industri yang kompetitif, serta fleksibilitas regulasi ketenagakarjaan bagi industri berteknologi tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan