JAKARTA — Hampir dua tahun setelah dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto kembali menata ulang komposisi kekuasaannya.
Pada Kamis (1/10/2026), Prabowo melakukan reshuffle kabinet ketujuh sekaligus melantik sejumlah pejabat baru, termasuk Kapolri dan Wakapolri.
Sehari kemudian, Jumat (2/10/2026), Prabowo melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), dengan Pratikno sebagai ketua dan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua. Rocky Gerung menjadi salah satu anggotanya.
Dua momentum itu terjadi hanya beberapa hari setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September.
Urutannya penting dibaca. Anggaran ditetapkan, kabinet dirombak, kemudian lingkar pertimbangan Presiden disusun ulang.
Maka pertanyaannya bukan hanya siapa yang masuk dan siapa yang keluar. Pertanyaan yang lebih substantif adalah, apakah perubahan konfigurasi orang di sekitar Presiden juga akan mengubah arah pemerintahan Prabowo?
Kabinet Bertambah, Efisiensi Tetap Menjadi Agenda
Reshuffle 1 Oktober membawa perubahan pada sejumlah posisi strategis sekaligus membuat jumlah kementerian menjadi 49, dengan 57 wakil menteri. Sebanyak 18 pejabat dilantik dalam rangkaian tersebut.
Salah satu perubahan struktural adalah keberadaan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Di sektor politik-keamanan, Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Menko Polkam, sedangkan Komjen Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan