JAKARTA — Fraksi DPR merupakan pengelompokan anggota DPR berdasarkan partai politik. Melalui fraksi, anggota DPR dari partai yang sama mengoordinasikan kegiatan mereka dalam menjalankan tugas, wewenang, dan fungsi DPR.
Fraksi menjadi salah satu bagian penting dalam mekanisme kerja parlemen karena anggota DPR tidak bekerja secara individual semata. Sikap dan pandangan politik partai dapat disampaikan melalui fraksi dalam berbagai pembahasan di DPR.
Namun, fraksi berbeda dengan komisi atau badan DPR. Fraksi dibentuk oleh partai politik, sedangkan komisi dan badan merupakan alat kelengkapan DPR.
Apa Itu Fraksi DPR?
Menurut Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, fraksi dibentuk oleh partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara dalam penentuan kursi DPR. Fraksi dibentuk untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, wewenang, dan tugas DPR serta hak dan kewajiban anggota.
Setiap anggota DPR wajib menjadi anggota salah satu fraksi. Tata tertib DPR juga memungkinkan pembentukan fraksi gabungan dari dua atau lebih partai politik sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, fraksi merupakan ruang kelembagaan yang menghubungkan anggota DPR dengan konfigurasi politik partai di parlemen.
Apakah Fraksi Sama dengan Komisi DPR?
Fraksi dan komisi memiliki kedudukan serta fungsi yang berbeda.
Fraksi dibentuk oleh partai politik untuk mengoordinasikan anggotanya di DPR.
Sementara komisi merupakan alat kelengkapan DPR yang memiliki bidang tugas tertentu. Anggota DPR dari berbagai fraksi ditempatkan dalam komisi sesuai pembagian yang ditetapkan DPR.
Karena itu, seorang anggota DPR pada saat yang sama menjadi bagian dari sebuah fraksi dan dapat menjalankan tugasnya dalam komisi atau alat kelengkapan DPR lainnya.
Tata tertib DPR mengatur alat kelengkapan DPR seperti pimpinan, Badan Musyawarah, komisi, Badan Anggaran, Badan Legislasi, Badan Akuntabilitas Keuangan Negara, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, Mahkamah Kehormatan Dewan, panitia khusus, serta alat kelengkapan lainnya.
Apa Tugas Fraksi DPR?
Fraksi memiliki sejumlah tugas dalam mendukung kerja anggota DPR.
Pertama, mengoordinasikan kegiatan anggota dalam menjalankan wewenang dan tugas DPR.
Kedua, meningkatkan kemampuan dan efektivitas kerja anggota dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Ketiga, menjaga koordinasi politik internal di antara anggota DPR yang berasal dari partai yang sama.
Keempat, fraksi melakukan evaluasi terhadap kinerja anggotanya dan berdasarkan tata tertib DPR, menyampaikan laporan kepada publik paling sedikit satu kali dalam setiap tahun sidang.
Fraksi juga memiliki aturan tata kerja internal masing-masing sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Mengapa Fraksi Penting dalam Pengambilan Keputusan DPR?
DPR menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dalam proses tersebut, anggota DPR sering kali menyampaikan pandangan dan sikap melalui fraksi.
Pandangan fraksi dapat muncul dalam pembahasan rancangan undang-undang, pembahasan anggaran, maupun agenda pengawasan terhadap pemerintah.
Sebelum sebuah keputusan diambil dalam rapat paripurna, pembahasan biasanya telah berlangsung melalui berbagai tahapan di komisi, badan, panitia kerja, atau forum lainnya.
Dalam sejumlah agenda, fraksi menyampaikan pandangan mini maupun pendapat akhir sebelum keputusan diambil.
Sebagai contoh, ketika DPR menyetujui perubahan Peraturan DPR tentang Tata Tertib pada Februari 2025, seluruh fraksi menyampaikan persetujuan melalui pandangan mini fraksi sebelum keputusan dibawa ke rapat paripurna.
Bagaimana Hubungan Fraksi dengan Partai Politik?
Fraksi memiliki hubungan erat dengan partai politik karena fraksi dibentuk oleh partai politik yang memiliki perwakilan di DPR.
Partai politik membawa gagasan, program, dan sikap politik ke dalam arena pemilu. Setelah memperoleh kursi DPR, anggota dari partai tersebut kemudian berhimpun dalam fraksi.
Dalam praktiknya, fraksi menjadi saluran bagi sikap politik partai di parlemen.
Misalnya, ketika DPR membahas sebuah rancangan undang-undang, anggota dari satu partai dapat melakukan koordinasi internal untuk menentukan sikap fraksi terhadap materi yang sedang dibahas.
Sikap tersebut kemudian disampaikan dalam forum DPR melalui mekanisme yang berlaku.
Namun, fraksi bukan alat kelengkapan DPR. Tata tertib DPR secara khusus membedakan fraksi dengan alat kelengkapan DPR. Fraksi dibentuk untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, wewenang, dan tugas DPR, sedangkan alat kelengkapan DPR menjalankan tugas berdasarkan bidang dan kewenangan masing-masing.
Apakah Semua Anggota DPR Harus Masuk Fraksi?
Ya.
Tata tertib DPR mengatur bahwa setiap anggota DPR harus menjadi anggota salah satu fraksi.
Ketentuan tersebut membuat fraksi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konfigurasi kerja anggota DPR selama menjalankan mandatnya di parlemen.
Keberadaan fraksi juga berkaitan dengan komposisi politik DPR. Semakin banyak kursi yang diperoleh sebuah partai dalam pemilu, semakin besar jumlah anggota yang berada dalam fraksi partai tersebut.
Sementara partai yang memperoleh kursi tetapi tidak memenuhi ketentuan untuk membentuk fraksi sendiri dapat mengikuti mekanisme fraksi gabungan sesuai aturan DPR.
Fraksi dan Tiga Fungsi DPR
Fraksi berhubungan dengan pelaksanaan tiga fungsi utama DPR, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Dalam fungsi legislasi, fraksi dapat menyampaikan pandangan politik terhadap rancangan undang-undang yang sedang dibahas.
Dalam fungsi anggaran, fraksi terlibat dalam sikap politik anggota terhadap pembahasan APBN dan kebijakan anggaran negara.
Sedangkan dalam fungsi pengawasan, fraksi dapat menyampaikan sikap terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah dan penggunaan anggaran.
Ketiga fungsi tersebut merupakan fungsi konstitusional DPR sebagaimana diatur dalam Pasal 20A UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Mengapa Fraksi Tidak Bisa Disamakan dengan Partai Politik?
Meskipun dibentuk oleh partai politik, fraksi berada dalam lingkungan kerja DPR.
Partai politik merupakan organisasi politik di luar struktur kelembagaan DPR. Sementara fraksi merupakan pengelompokan anggota DPR berdasarkan partai politik untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPR.
Perbedaan tersebut penting untuk memahami bagaimana hubungan antara partai politik dan lembaga parlemen bekerja.
Partai membawa mandat politik dari pemilu, sedangkan fraksi menjadi salah satu mekanisme untuk mengoordinasikan anggota partai yang duduk di DPR.
Dari Suara Pemilih ke Fraksi DPR
Hubungan antara pemilih, partai politik, dan fraksi dapat dilihat sebagai sebuah rangkaian.
Pemilih memberikan suara dalam pemilu. Suara tersebut menentukan perolehan kursi partai di DPR melalui mekanisme pemilu. Anggota yang terpilih kemudian menjadi bagian dari DPR dan wajib bergabung dalam salah satu fraksi.
Di dalam DPR, fraksi menjadi ruang koordinasi politik bagi anggota berdasarkan partai atau gabungan partai.
Dengan demikian, fraksi merupakan salah satu titik pertemuan antara representasi elektoral dan kerja politik di parlemen.
Memahami fraksi penting karena banyak keputusan DPR tidak hanya berkaitan dengan posisi individual anggota, tetapi juga melibatkan pandangan dan sikap fraksi dalam proses pengambilan keputusan.

