JAKARTA — Presiden ke-7 RI Joko Widodo berbicara mengenai perkembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan persiapan partai menghadapi Pemilu 2029. Pernyataan tersebut disampaikan saat Jokowi menghadiri konsolidasi PSI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI di hadapan kader dan jajaran pengurus partai.

“Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang enggak percaya, saya sekarang buka saja kartu anggota saya ini,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan pernyataan mengenai posisi PSI sebagai partai baru.

“Partai baru tapi sudah banyak yang ketakutan,” ujar Jokowi.

Dalam kegiatan tersebut, Jokowi hadir bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan kehadirannya bersama Kaesang berkaitan dengan selesainya struktur organisasi PSI di Kota Bandung.

“Struktur di Kota Bandung, DPC 100 persen selesai. DPRt juga 100 persen selesai. Kenapa saya dan Ketum datang, itu karena Bandung sudah 100 persen,” kata Jokowi.

Jokowi meminta struktur yang telah terbentuk tidak berhenti pada kelengkapan organisasi. Ia mendorong kader membangun jaringan dengan komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan perempuan.

Kader juga didorong terlibat dalam kegiatan sosial, kebudayaan, kerja bakti, serta kegiatan di ruang publik. Langkah tersebut dikaitkan Jokowi dengan persiapan PSI menghadapi Pemilu 2029.

Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat mengatakan pihaknya akan memperluas kerja organisasi hingga tingkat RT dan RW melalui pelatihan, pendidikan politik, kegiatan sosial, serta pertemuan dengan masyarakat.

“Karena kita tujuannya bukan cuma kelurahan tapi RT RW. Target jadi pemenang, nah itu dia pimpinan DPRD,” kata Yoel.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana mengatakan masuknya Jokowi ke dalam PSI menjadi bagian dari persiapan partai menuju Pemilu 2029.

“Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI. Kita semakin optimis, PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang,” ujar Endang.

Posisi Jokowi di dalam struktur PSI juga akan bertambah. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan Jokowi akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026. Pengukuhan tersebut direncanakan bertepatan dengan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya pada 16 November 2026.

Dengan demikian, Jokowi akan berada pada posisi Ketua Dewan Pembina, sementara Kaesang Pangarep tetap menjabat Ketua Umum PSI.

Persiapan organisasi menuju Pemilu 2029 sebelumnya juga telah menjadi agenda PSI.

Pada 2025, Jokowi meminta PSI menyelesaikan struktur partai di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota. Ia menyebut penyelesaian struktur organisasi sebagai bagian dari kesiapan mesin partai menghadapi tahun politik 2029.

PSI sendiri belum memperoleh kursi DPR RI pada Pemilu 2024 setelah perolehan suaranya berada di bawah ambang batas parlemen 4 persen. Untuk Pemilu 2029, partai tersebut kembali menargetkan masuk ke DPR RI.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.