Jakarta – Minat masyarakat terhadap investasi emas digital terus meningkat, terutama dari kalangan usia muda. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan, investor dalam ekosistem perdagangan pasar fisik emas digital telah mencapai 18,7 juta nasabah sepanjang 2025.

Kelompok usia muda mendominasi, dengan porsi 36,3% berasal dari rentang usia 25–34 tahun dan 32,6% dari usia 18–24 tahun. Dari sisi profesi, mahasiswa dan pelajar menjadi kelompok terbesar dengan kontribusi 35,1%.

Menariknya, tren transaksi menunjukkan mayoritas investor bertransaksi dalam nominal kecil. Sebanyak 94,9% transaksi dilakukan di bawah 1 gram, sementara 92,6% transaksi bernilai di bawah Rp1 juta.

Sejalan dengan tren tersebut, aktivitas perdagangan juga melonjak signifikan. Di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), total transaksi pasar fisik emas digital pada Kuartal I 2026 mencapai 30.921.382 gram, tumbuh 246% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8.941.108 gram.

Direktur ICDX, Nursalam, mengatakan lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang lebih mudah diakses.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa perdagangan emas digital di bursa berjangka semakin diminati masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/4).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.