Kepuasan Publik Menjadi Konteks Penting

Narasi “antek asing” juga muncul ketika sejumlah survei menunjukkan perubahan dalam persepsi terhadap pemerintahan Prabowo.

Survei Poltracking Indonesia pada 14–20 Agustus 2026 mencatat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 55,1 persen.

Angka itu lebih rendah dibandingkan hasil survei lembaga yang sama pada Oktober 2025 sebesar 78,1 persen, Maret 2026 sebesar 74,1 persen, Mei sebesar 72,2 persen dan Juli sebesar 58,4 persen.

Poltracking juga mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi sebesar 41,8 persen. Persoalan mahalnya kebutuhan pokok menjadi salah satu perhatian utama responden.

Survei SMRC pada 5–19 Juli 2026 mencatat kepuasan terhadap kinerja Prabowo sebesar 51,1 persen, turun dari 81,2 persen pada November 2025.

Namun survei lain menghasilkan angka lebih tinggi. Indonesia Development Monitoring pada Juli 2026 mencatat kepuasan terhadap kinerja Prabowo sebesar 81,5 persen, sementara Median pada akhir Juli hingga awal Agustus mencatat 56,2 persen.

Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik tidak dapat direduksi menjadi satu angka. Metodologi, periode survei, ukuran sampel dan pertanyaan yang digunakan ikut memengaruhi hasil.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.