Elektabilitas Memperlihatkan Dinamika Berbeda

Dinamika persepsi publik juga terlihat pada elektabilitas.

Survei SMRC Juli 2026 mencatat elektabilitas Prabowo sebesar 14,5 persen dalam simulasi calon presiden. Survei Tempo Data Science pada 31 Juli–11 Agustus 2026 mencatat angka sekitar 15 persen.

Namun survei Median pada periode 21 Juli–2 Agustus 2026 menghasilkan komposisi yang berbeda.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka elektabilitas harus dibaca sesuai periode dan metodologi masing-masing survei.

Karena Pemilu 2029 masih berada beberapa tahun di depan, hasil survei tersebut lebih tepat dipahami sebagai potret preferensi politik pada saat pengumpulan data, bukan sebagai gambaran pasti pilihan pemilih pada pemilu mendatang.

“Antek Asing” sebagai Frame Politik Prabowo

Dari rangkaian tersebut, penggunaan istilah “antek asing” dapat ditempatkan dalam pola komunikasi politik Prabowo yang lebih luas.

Isu kedaulatan, kepentingan asing dan kemandirian Indonesia berulang muncul dalam pidato-pidatonya. Narasi tersebut digunakan untuk menggambarkan adanya kekuatan eksternal yang dianggap berkepentingan terhadap Indonesia.

Dalam konteks pernyataan terbaru di Gontor, frame tersebut sekaligus menjadi respons terhadap informasi negatif mengenai pemerintah yang beredar di media sosial.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.