JAKARTA — Buntut dari beredarnya video viral mengenai analisis spekulatif percepatan pemilu, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai melontarkan pesan terbuka nan menohok yang ditujukan kepada Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.
Lewat pernyataan yang memuat penekanan moral dan kepemimpinan, Pigai mengungkit kembali momen kebersamaan mereka di masa sulit sembari memberikan peringatan keras terkait kestabilan politik nasional.
Pernyataan Pigai ini merespons cuplikan video pidato Budi Arie di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang sempat viral.
Dalam video tersebut, Budi Arie melontarkan analisis pribadi mengenai kemungkinan dinamika politik yang berpotensi memicu percepatan pemilu sebelum 2029.
Meski Budi Arie telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf resmi dengan menegaskan ucapan itu murni analisis pribadinya, gelombang respons dari jajaran pendukung pemerintah tetap bergulir.
Pigai mengawali pernyataannya di media sosial X (@NataliusPigai2) dengan mengingatkan Budi Arie pada momen saat keduanya menghadiri sebuah acara pernikahan anak seorang menteri, di mana saat itu Budi Arie sedang berada dalam situasi sulit dan dihindari oleh pejabat lain.
“Ingat mas Budi Arie. Ingat saya. Saat kita duduk waktu perkawinan anak seorang menteri, semua menteri menjauh darimu. Saya Natalius memutuskan duduk di sampingmu. Saya rasakan perasaanmu nelangsa. Saya pembela kemanusiaan, berani duduk di sampingmu,” ujar Pigai merenungkan momen tersebut, dikutip pada Rabu (26/8/2026).
Memasuki fokus isu politik, aktivis HAM ini menegaskan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi rekam jejak politik Budi Arie.
Meskipun kelompok Budi Arie kerap memenangkan pertarungan pemilu sementara kubunya sering berada di posisi luar, Pigai menegaskan komitmennya sebagai seorang petarung dan pejuang demokrasi.
Ia secara terbuka menantang mantan Menteri Kominfo tersebut untuk menguji kekuatan politik secara adil (fair) pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang tanpa perlu melontarkan narasi spekulatif di tengah jalan.
“Kalau mau bertarung, nanti kita bertarung fair. Anda sering menang pemilu, kami sering kalah pemilu. Tapi tidak masalah, kami juga petarung. Siapkan saja 2029 kita akan bertarung fair. Siapapun menang, bagi kami hilang kekuasaan itu biasa. Tetapi kami adalah pejuang demokrasi,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Menteri HAM mendesak seluruh pihak—termasuk Budi Arie—agar menghentikan segala bentuk narasi yang dapat mengganggu kestabilan jalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebelum memasuki tahun politik 2029.
Pigai mengajak semua elemen bangsa untuk mencurahkan energi dan pikiran guna mendukung agenda pembangunan nasional demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
“Tetapi kami adalah pejuang demokrasi. Jangan ganggu pemerintah sebelum 2029. Biar kita sama-sama memikirkan bangun rakyat Indonesia secara totalitas demi Merah Putih,” pungkas Pigai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan